PGN Dorong Gas Bumi Dukung Usaha Sleman, 4.545 Rumah Jargas

Jakarta, Maret.id — Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, terus berkembang karena hingga 2026 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) telah melayani 4.545 pelanggan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial dan industri.
PGN mendorong pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat karena energi ini dinilai praktis, efisien, dan memiliki pasokan yang andal.
Salah satu pelanggan komersial PGN adalah RM Padang Payakumbuah Yogyakarta yang mulai menggunakan gas bumi sejak November 2024 dengan pasokan disediakan melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).
“Dua manfaat penting yang kami rasakan dari penggunaan gas bumi adalah keamanan dan kepastian pasokan; keduanya sangat penting bagi bisnis kuliner karena kebutuhan bahan bakar berlangsung setiap hari, termasuk ketika aktivitas dapur sedang tinggi seperti saat libur panjang,” ujar Adi Saputra, Manajemen RM Padang Payakumbuah Yogyakarta.
Pernyataan itu dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Restoran tersebut menggunakan sekitar 1.900–2.000 meter kubik gas bumi per bulan dan melaporkan penurunan biaya bahan bakar sekitar 30 persen, dari sebelumnya mencapai Rp40 juta menjadi sekitar Rp25–30 juta per bulan.
Efisiensi serupa dirasakan Nasi Goreng Pak Wit di Yogyakarta, di mana pemilik bernama Elin menyebut biaya bahan bakar yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per bulan kini turun menjadi sekitar Rp600 ribu setelah beralih menggunakan gas bumi selama setahun terakhir.
“PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi yang telah tersedia dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan aspek keekonomian; kami ingin memastikan infrastruktur yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, baik bagi rumah tangga maupun kegiatan usaha masyarakat,” ujar Sugianto Eko Cahyono, Area Head PGN Semarang.
PGN juga menyediakan pemantauan instalasi dan layanan penanganan gangguan selama 24 jam, serta menindaklanjuti setiap laporan pelanggan sesuai prosedur operasional.
Gas bumi disalurkan dengan tekanan rendah dan lebih ringan daripada udara sehingga cenderung bergerak ke atas ketika terlepas, sehingga ventilasi yang memadai diperlukan untuk mencegah penumpukan gas apabila terjadi kebocoran, ujar pihak terkait.
“Ketika gas bumi juga dapat dimanfaatkan oleh restoran, UMKM, dan pelaku usaha lainnya, manfaat infrastrukturnya menjadi lebih luas karena ikut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Sugianto Eko Cahyono, Area Head PGN Semarang.





