Ekonomi

UMKM Sumut Tembus Ekspor ke Singapura dan Belanda via BRI

Jakarta, Maret.id — Quinn Kitchen, UMKM kuliner asal Sumatera Utara, berhasil menampilkan ragam cita rasa Nusantara pada pameran Food & Hotel Asia (FHA) Food & Beverage 2026 di Singapura.

Usaha rumahan yang berkembang menjadi bisnis mandiri itu didirikan oleh Rudy Yanto di Kota Medan pada tahun 2020.

Quinn Kitchen berawal dari kegemaran Rudy meracik sambal pedas menggunakan cabai gunung Berastagi, andaliman, kecombrang, dan bahan laut lokal.

Produk sambal yang awalnya dibagikan kepada keluarga dan teman mendapat respons positif sehingga membuka penjualan dengan sistem pre-order.

Seiring waktu, Quinn Kitchen memformalkan produknya menjadi pangan kemasan yang modern dan praktis tanpa menghilangkan keautentikan cita rasa lokal.

Rudy menyatakan hubungannya dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah dimulai sejak menjadi nasabah simpanan pada 2014 melalui BRI Unit Berastagi.

Untuk menunjang operasional, Quinn Kitchen memanfaatkan layanan BRI seperti BRImo, QRIS, mesin EDC, serta fasilitas pembiayaan modal kerja.

Rudy menilai pendampingan BRI menjadi faktor penting dalam pengembangan usahanya. “Saya merasakan bagaimana petugas BRI selalu responsif ketika dibutuhkan, memberikan solusi terhadap kebutuhan usaha, serta aktif menawarkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM berkembang,” ujar Rudy Yanto, Pendiri Quinn Kitchen.

Perjalanan usaha kian pesat saat Quinn Kitchen bergabung dengan Rumah BUMN BRI Medan pada tahun 2011, menurut catatan pembinaan.

Melalui pembinaan tersebut, Quinn Kitchen memperoleh pendampingan menyeluruh mulai dari penyempurnaan model bisnis hingga peningkatan kapasitas produksi.

Dampak pendampingan terlihat pada kenaikan kapasitas produksi dari puluhan menjadi ribuan botol dan penambahan tenaga kerja hingga sekitar 20 orang.

Pada 2023, Quinn Kitchen mengikuti program inkubasi Pengusaha Muda Brilian (PMB) yang memberikan akses pembelajaran langsung dari mentor nasional seperti Billy Boen dan Andy Zain.

Dengan kesiapan bisnis yang meningkat, Quinn Kitchen terpilih sebagai Top 4 UMKM terbaik Indonesia kategori Food & Beverage dan berkesempatan mewakili Indonesia di FHA 2026.

Partisipasi pada ajang internasional membuka minat pembeli asing, termasuk dua perusahaan asal Singapura dan satu perusahaan dari Belanda yang sedang melakukan komunikasi intensif dan uji coba produk. “Kami mendapatkan buyer potensial dari Singapura dan Belanda. Saat ini kami masih dalam proses pengiriman sampel dan pembahasan lebih lanjut. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi Quinn Kitchen untuk membawa cita rasa khas Sumatera Utara ke pasar dunia,” ujar Rudy Yanto, Pendiri Quinn Kitchen.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai kisah Quinn Kitchen menunjukkan efektivitas ekosistem pemberdayaan yang dibangun BRI untuk membantu UMKM naik kelas. “BRI percaya bahwa UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kami terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses promosi dan business matching di berbagai ajang internasional,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

“Harapannya, semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu naik kelas dan menjadi duta produk Indonesia di pasar global,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Menurut Dhanny, peningkatan akses terhadap pembiayaan, pendampingan, dan pasar memungkinkan pelaku UMKM tidak hanya mengembangkan usaha tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mengangkat potensi daerah.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI berkomitmen memperkuat peran dalam menciptakan nilai melalui pemberdayaan UMKM sebagai upaya mencapai kemerdekaan ekonomi yang merata.

Kisah Quinn Kitchen menjadi contoh konkret bagaimana dukungan lembaga keuangan dan program pembinaan dapat mendorong produk lokal menembus pasar internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button