Nikkei dan Kospi Tertekan di Awal Perdagangan, Sentimen Tekan

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin pagi, 24 Agustus 2026, di tengah perhatian investor terhadap kenaikan imbal hasil obligasi di berbagai negara.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,10 persen pada awal perdagangan sementara indeks Topix bergerak stabil.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,71 persen sedangkan indeks Kosdaq yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 0,94 persen.
Pergerakan positif juga tercatat di Australia dengan indeks S&P/ASX 200 yang naik 0,33 persen.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.895 poin, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.009,46 poin dan mengindikasikan potensi tekanan pada bursa saat pembukaan.
Investor kini mencermati perkembangan di Timur Tengah setelah adanya peringatan dari pemerintahan AS agar negara-negara sekutu menghentikan hubungan bisnis dengan Iran.
“Sudah saatnya sekutu kita dan seluruh dunia mengambil keputusan, dan kita akan menghancurkan ekonomi rezim pembunuh ini,” ujar Scott Bessent, narasumber CNBC.
Perkembangan geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar karena setiap eskalasi berpotensi memengaruhi sentimen pasar serta harga komoditas.
Kenaikan imbal hasil obligasi bersama risiko geopolitik diperkirakan akan terus membayangi pasar regional dan memengaruhi aliran modal serta volatilitas harga minyak.
Pelaku pasar akan lebih memantau data ekonomi, pernyataan bank sentral, dan pergerakan harga minyak untuk menilai dampak lanjutan terhadap pasar saham Asia-Pasifik.





