Saham ADHI Disuspensi BEI, Implikasi Pasar dan Pergerakan

Jakarta, Maret.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sejak sesi pembukaan pada Senin, 24 Agustus 2026. Keputusan suspensi diambil menyusul penundaan kewajiban pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada hari yang sama. Langkah penghentian perdagangan tersebut tercantum dalam pengumuman resmi BEI nomor Peng-SPT-00017/BEI.PP2/08-2026. Surat keputusan pengumuman itu ditandatangani oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Adi Pratomo Aryanto, dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Pande Made Kusuma Ari. Bursa menjelaskan bahwa suspensi dilatarbelakangi penundaan pembayaran kupon ke-17 untuk Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B (ADHI03BCN3) dan Seri C (ADHI03CCN3). BEI menilai penundaan kewajiban finansial tersebut mengindikasikan adanya potensi risiko terhadap kelangsungan usaha atau going concern perseroan. Sebelum memutuskan suspensi, BEI menelaah surat emiten nomor 014-19/2026/010 tertanggal 21 Agustus 2026 yang memaparkan kesiapan dana pembayaran bunga obligasi. Kondisi penundaan pembayaran juga dikonfirmasi melalui surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) nomor KSEI-6083/DIR/0826 yang melaporkan keterlambatan pembayaran kupon terkait. BEI meminta seluruh pemangku kepentingan, investor, dan pihak terkait untuk mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. Tekanan pada kondisi fundamental perseroan langsung tercermin pada pergerakan harga saham ADHI di lantai bursa. Pada pemantauan pukul 11:02 WIB, harga saham ADHI tercatat berada di level Rp133 per lembar. Pergerakan ini menunjukkan koreksi tajam dengan pelemahan sebesar 5 poin atau 3,62 persen dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp138. Pada sesi pembukaan hari itu, saham ADHI sempat dibuka pada level Rp137 dengan rentang harian Rp132 sebagai titik terendah dan Rp138 sebagai titik tertinggi. Tekanan jual juga terlihat dari volume transaksi yang mencapai 33.553.094 saham dengan nilai transaksi keseluruhan Rp4.492.299.438 dan frekuensi perdagangan sebanyak 2.717 kali.





