Pasar Logam Dunia Tertekan oleh Sanksi dan Arah Suku Bunga

Jakarta, Maret.id — Pergerakan harga logam mulia dunia menunjukkan dinamika yang menarik di tengah bayang-bayang faktor makroekonomi dan geopolitik global.
Harga emas sempat mengurangi penguatannya pada sesi Senin sore 24 Agustus 2026 namun tetap bertahan di kisaran 4.640 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak 14 Mei lalu.
Kenaikan emas didorong oleh aksi pembelian teknis serta reli sebelumnya yang dipicu pelemahan Dolar AS dan rencana pembelian kembali oleh Departemen Keuangan AS.
Perak sempat menghapus keuntungan awalnya sebelum diperdagangkan sedikit lebih rendah di sekitar 68,5 Dolar AS per ons, tetap berada dekat level tertinggi sejak pertengahan Juni.
Logam mulia lain bergerak bervariasi dengan platinum melemah tipis 0,2 persen menjadi 1.874,87 Dolar AS per ons, sementara paladium menguat 0,5 persen menjadi 1.356,51 Dolar AS per ons.
Secara makro, pelaku pasar menantikan rilis data indeks harga PCE Amerika Serikat bulan Juli pada Rabu untuk mencari petunjuk arah inflasi inti.
Pasar juga menunggu pidato Ketua Federal Reserve pada Simposium Jackson Hole pada Jumat sebagai bahan penilaian kemungkinan perubahan kebijakan moneter.
Berdasarkan instrumen CME FedWatch, para trader memperkirakan probabilitas lebih dari 40 persen untuk adanya kenaikan suku bunga pada bulan September.
Sisi geopolitik turut memengaruhi sentimen setelah pemerintahan Trump memperluas sanksi sekunder terhadap pihak-pihak yang masih menjalin hubungan bisnis dengan Iran.
Seorang pejabat Departemen Keuangan AS memperingatkan potensi sanksi bagi lembaga keuangan besar pekan ini, termasuk kemungkinan tidak adanya pengecualian bagi Tiongkok.
Kombinasi ketidakpastian kebijakan moneter dan eskalasi sanksi mendorong beberapa investor beralih ke aset safe-haven, sehingga meningkatkan volatilitas pada pasar logam mulia.
Para pelaku pasar global sekarang memantau secara ketat data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik sebagai faktor penentu pergerakan harga logam mulia dalam pekan mendatang.





