Ekonomi

Sanksi AS ke Iran Guncang Bursa Asia, Indeks Saham Tertekan

Jakarta, Maret.id — Ketegangan di Timur Tengah kembali membayangi pembukaan pasar keuangan Asia pada Selasa, 25 Agustus 2026, setelah Amerika Serikat menerapkan sanksi global yang menyasar Iran. Investor bersikap lebih hati-hati dan aktivitas perdagangan menunjukkan pelemahan di beberapa indeks utama kawasan.

Tekanan paling besar terlihat di Korea Selatan, dengan indeks Kospi turun 2,37 persen. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga melemah 1,23 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,55 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix juga dibuka sedikit lebih rendah.

Di Australia, pergerakan pasar justru berlawanan dengan indeks acuan S&P/ASX 200 yang naik 0,29 persen pada pembukaan perdagangan.

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS meluncurkan kampanye sanksi besar-besaran yang disebut Operasi Economic Outcast. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan operasi tersebut diluncurkan pada Senin, waktu setempat, atas arahan Presiden Donald Trump.

“Hari ini, dengan semangat yang sama, kami melancarkan serangan ekonomi terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia…” kata Bessent, Menteri Keuangan AS.

Analis menyatakan sanksi semacam itu berpotensi mengganggu aliran perdagangan energi dan menimbulkan volatilitas pada harga komoditas global. Sentimen risiko yang meningkat membuat mata uang regional dan aset berisiko lain cenderung tertekan pada sesi berikutnya.

Pemerintah dan pelaku pasar di Asia diperkirakan akan terus memantau perkembangan diplomatik serta respons kebijakan dari Washington dalam beberapa hari mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button