Ekonomi

Rupiah ke Rp17.723/Dolar AS, Pasar Cermati Sanksi AS ke Iran

Jakarta, Maret.id — Nilai tukar Rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.723 per Dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan Rupiah hari ini turut dipengaruhi penguatan indeks Dolar AS setelah pengumuman kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran.

“Indeks Dolar AS menguat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perluasan sanksi untuk memutus jalur kehidupan ekonomi Iran guna memaksa berakhirnya konflik,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.

Bessent menegaskan negara-negara harus memilih antara mempertahankan hubungan bisnis dengan Iran atau menghadapi risiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis Dolar AS.

Menurutnya, Bessent belum menyebutkan negara mana saja yang akan menjadi sasaran sanksi.

Pemerintah AS disebut masih memberikan waktu bagi negara-negara terkait untuk mematuhi arahan baru tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Washington tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.

Namun, AS saat ini lebih mengandalkan tekanan ekonomi dan kondisi tersebut dinilai ikut meredakan kekhawatiran pasar terhadap ancaman gangguan pasokan minyak Timur Tengah akibat konflik.

Selain konflik Timur Tengah, pasar juga mencermati kebijakan fiskal AS.

Bessent menyatakan kesiapan memperluas pembelian kembali utang pemerintah berjangka panjang dan akan segera meluncurkan inisiatif fiskal untuk mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah.

“Investor menantikan data inflasi AS mendatang dan pidato pertama Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.

Data inflasi AS akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam membaca arah kebijakan The Fed.

“Kondisi inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat ekspektasi akan kebijakan The Fed yang lebih longgar,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.

Pergerakan Rupiah diperkirakan akan terus dipengaruhi kombinasi faktor geopolitik, keputusan fiskal AS, serta data ekonomi utama yang dirilis dalam beberapa pekan mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button