Saham Teknologi Dorong Indeks Wall Street ke Zona Hijau

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Amerika Serikat kembali menguat didorong pulihnya saham-saham teknologi menjelang laporan keuangan Nvidia.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 160,24 poin atau 0,30 persen menjadi 53.577,40.
S&P 500 bertambah 24,38 poin atau 0,32 persen ke level 7.677,24, sedangkan Nasdaq Composite menguat 171,11 poin atau 0,66 persen menjadi 26.151,30.
Penguatan terutama terlihat pada saham teknologi berkapitalisasi besar; Nvidia naik 2,2 persen, Meta hampir 2 persen, dan Micron Technology melonjak 2,5 persen.
Indeks saham semikonduktor juga menguat 1,4 persen setelah sebelumnya anjlok 2,7 persen pada perdagangan Senin.
Advanced Micro Devices (AMD) melesat 4,9 persen setelah Raymond James menaikkan rekomendasinya terhadap saham tersebut.
Di sektor bioteknologi, Moderna menjadi salah satu penguat terbesar dengan lonjakan 14 persen setelah Barclays menaikkan target harga sahamnya.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada Rabu karena hasil tersebut dipandang penting untuk menggambarkan kekuatan bisnis kecerdasan buatan dan prospek kelanjutan reli saham teknologi.
Investor juga mulai mencermati besarnya belanja perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI, karena jika pertumbuhan bisnis AI menunjukkan tanda-tanda melambat, kekhawatiran mengenai valuasi saham teknologi yang tinggi dapat kembali menekan pasar.
Tidak semua saham bergerak positif karena saham Dick’s Sporting Goods anjlok 30,7 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi kinerja tahunan, sementara saham Target turun 3,8 persen dan Nike melemah seiring sentimen negatif di sektor ritel dan kekhawatiran terkait strategi perusahaan.
Pergerakan Wall Street juga dipengaruhi kondisi pasar obligasi, di mana imbal hasil Treasury AS bertenor panjang turun seiring merosotnya harga minyak ke level terendah dalam sepekan.
Investor selanjutnya menantikan sejumlah data ekonomi AS, termasuk laporan Personal Consumption Expenditures (PCE), serta pidato Ketua The Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga.





