Ekonomi

Wall Street Melemah Jelang Laporan Keuangan Nvidia

Jakarta, Maret.id — Pergerakan Wall Street kembali diwarnai sikap hati-hati investor setelah data inflasi menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan menjelang laporan keuangan Nvidia. Pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average turun 113,52 poin atau 0,21 persen menjadi 53.463,88, sementara S&P 500 melemah 1,58 poin atau 0,02 persen ke level 7.675,70 dan Nasdaq Composite turun 21,10 poin atau 0,08 persen menjadi 26.130,20. Pergerakan pasar berlangsung relatif terbatas karena investor memilih menunggu laporan keuangan Nvidia yang sahamnya turun 1,6 persen menjelang pengumuman kinerja kuartalannya. Laporan Nvidia menjadi perhatian besar karena investor ingin melihat apakah permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) masih kuat, dan kinerja yang mengecewakan berpotensi kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan lonjakan saham-saham terkait AI. Tekanan terhadap Wall Street juga datang dari data inflasi; indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 3,7 persen dalam 12 bulan hingga Juli, lebih tinggi dibandingkan perkiraan 3,6 persen. Data lain menunjukkan ekonomi AS tumbuh 1,5 persen pada kuartal II, dan kombinasi data tersebut membuat arah kebijakan Federal Reserve semakin menjadi perhatian investor. Pasar kini menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan bank sentral di Jackson Hole pada Jumat. Di antara saham-saham utama, Meta Platforms naik hampir 1,1 persen setelah menyepakati pembayaran hingga 18 miliar Dolar AS serta perubahan besar pada Facebook dan Instagram untuk menyelesaikan gugatan sejumlah negara bagian AS terkait dampak terhadap anak-anak. Saham Apple juga menguat 1,1 persen, sementara Moderna anjlok 5,8 persen setelah sebelumnya melonjak pada Selasa. Saham Intuit turun 3,2 persen setelah perusahaan memperkirakan pendapatan tahunan di bawah ekspektasi Wall Street. Investor akan terus mengamati laporan laba Nvidia dan pidato Jackson Hole untuk mencari petunjuk langkah kebijakan moneter serta prospek permintaan teknologi AI yang kini menjadi salah satu pendorong utama volatilitas pasar saham AS.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button