Pemerintah Targetkan Omzet Harbolnas 2026 Capai Rp40 Triliun

Jakarta, Maret.id — Pemerintah memproyeksikan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun.
Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dari capaian Harbolnas 2025 yang tercatat sebesar Rp36,4 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target tersebut ditetapkan berdasarkan pertumbuhan transaksi tahun sebelumnya dan disampaikan saat membuka Kick-off Road to Harbolnas 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
“Target tahun lalu kita capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10 persen, jadi targetnya tahun ini Rp40 triliun,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga menilai momentum Harbolnas dapat dimanfaatkan untuk menopang aktivitas ekonomi nasional pada kuartal IV 2026 dan mendekatkan pertumbuhan kuartal IV ke angka hampir 6 persen sebagai pijakan menuju target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Potensi ekonomi digital yang besar menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah, dengan nilai ekonomi digital nasional pada 2025 tercatat sekitar 100 miliar dolar AS.
“Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Harbolnas merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) untuk menggerakkan perekonomian pada kuartal IV sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Pada penyelenggaraan 2025, Harbolnas mencatat transaksi sebesar Rp36,4 triliun dan tumbuh 17 persen dibandingkan transaksi 2024 yang mencapai Rp31,2 triliun.
Produk lokal menyumbang sekitar 45 persen dari total transaksi Harbolnas 2025 atau senilai sekitar Rp16,6 triliun.
“Terdapat tiga kelompok produk lokal yang paling banyak diburu konsumen selama Harbolnas 2025, yakni fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman,” ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 10 hingga 16 Desember 2026, dengan cakupan yang tidak hanya potongan harga barang tetapi juga layanan jasa seperti akomodasi dan tiket transportasi.
Peserta penyelenggaraan diperluas meliputi lokapasar, online travel agent, layanan ride-hailing, social commerce, serta platform perdagangan dan layanan digital lainnya.
Perluasan ekosistem tersebut merupakan bagian dari penerapan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Langkah ini dipandang dapat memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional, meningkatkan kontribusi transaksi e-commerce terhadap perekonomian, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah.





