Ekonomi

PU dan Onduline Indonesia Perkuat Sinergi Stimulus Investasi

Jakarta, Maret.id — PT Onduline Indonesia menggelar forum diskusi bersama Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum yang dihadiri perwakilan Masyarakat Jasa Konstruksi.

Forum membahas pentingnya ketersediaan material yang andal dan kesiapan kapasitas rantai pasok di tengah meningkatnya pembangunan fasilitas publik.

Country Director PT Onduline Indonesia, Esther Pane, menyatakan tantangan industri konstruksi saat ini tidak hanya soal kapasitas produksi tetapi juga kemampuan ekosistem rantai pasok untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan ketersediaan material secara konsisten.

“Tantangan industri konstruksi saat ini adalah menyediakan jumlah material dalam skala besar yang tepat waktu tanpa mengorbankan standar kualitas dan kelestarian lingkungan. Kami memastikan seluruh produk yang terpasang memiliki ketahanan yang baik dilengkapi fitur ekstra lainnya agar fungsi yang diberikan dapat optimal untuk jangka panjang,” ujar Esther Pane, Country Director PT Onduline Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Airyn Saputri Harahap, S.T., M.Sc, menegaskan pemenuhan spesifikasi material harus berjalan seiring perhatian terhadap standar kualitas dalam pembangunan fasilitas publik.

“Pembangunan fasilitas publik membutuhkan material yang tidak sekadar memenuhi spesifikasi, tetapi mampu memenuhi tuntutan kinerja bangunan secara keseluruhan. Karena itu, perhatian kita harus mencakup kesesuaian teknis dan mutu, keselamatan, keandalan dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan, kemudahan serta ketepatan pemasangan, ketersediaan dan kontinuitas pasokan, kemudahan pemeliharaan, serta aspek keberlanjutan,” ujar Airyn Saputri Harahap, S.T., M.Sc, Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.

“Dengan pendekatan tersebut, keputusan penggunaan material tidak hanya berorientasi pada harga dan spesifikasi awal, tetapi pada nilai dan kinerja yang diberikan material selama fasilitas publik tersebut digunakan,” ujar Airyn Saputri Harahap, S.T., M.Sc, Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.

Menurut Airyn, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri konstruksi menjadi penting agar agenda pembangunan selaras dengan kebutuhan bangunan yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Kebutuhan tersebut tercermin dalam berbagai pembangunan fasilitas publik yang tengah berlangsung, termasuk infrastruktur pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat.

Dalam proyek dengan kebutuhan material besar dan sebaran wilayah luas, kesiapan seluruh pelaku rantai pasok menjadi faktor kunci bagi kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan proyek.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap perkembangan industri konstruksi di Indonesia, Onduline memperkuat kehadirannya di dalam negeri sejak hadir melalui mitra importir pada era 1970-an dan kemudian mendirikan entitas resmi serta fasilitas manufaktur di Pasuruan, Jawa Timur.

Keputusan mendirikan pabrik di Indonesia merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Onduline untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri konstruksi dalam negeri dengan memproduksi di Indonesia guna mendukung pembangunan nasional.

“Bagi kami, tanggung jawab tidak berhenti ketika produk keluar dari pabrik. Kami ingin memastikan produk dapat tersedia, didistribusikan dengan baik, dan mendapatkan dukungan teknis yang dibutuhkan hingga terpasang dan berfungsi dengan aman di site proyek,” ujar Esther Pane, Country Director PT Onduline Indonesia.

Melalui penguatan manufaktur lokal, jaringan distribusi, dukungan teknis, serta kepatuhan terhadap standar dan sertifikasi yang berlaku, Onduline berupaya menghadirkan dukungan menyeluruh bagi kebutuhan konstruksi di Indonesia.

Onduline Group didirikan di Prancis pada 1944 dan kini menjadi produsen atap bitumen bergelombang nomor satu di dunia yang produknya digunakan di lebih dari 120 negara.

Di Indonesia, produk Onduline hadir sejak 1977 dan pabrik PT Onduline Manufaktur Indonesia di Pasuruan mulai beroperasi pada November 2024 sekaligus berfungsi sebagai pusat riset dan pengembangan kawasan Asia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button