Ekonomi

Bitcoin Ambles ke US$76.800, Bursa Kripto Tertekan

Jakarta, Maret.id — Pasar kripto mengalami koreksi tajam akibat aksi jual global yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran geopolitik dan sentimen risiko yang merosot, dengan pergerakan Bitcoin tercatat memiliki korelasi sekitar 54,56 persen terhadap emas. Korelasi tersebut menunjukkan bahwa kedua aset sering bereaksi serupa terhadap perubahan sentimen makroekonomi dan ketegangan internasional.

Gejolak geopolitik dan reaksi pasar

Tekanan pasar mulai meningkat pada malam hari menjelang pembukaan pasar setelah pernyataan keras dari pejabat Amerika Serikat terkait ketegangan dengan Iran memicu gelombang jual. Reaksi ini mengaktifkan mode “risk-off” di mana investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti kripto dan saham.

Bitcoin dan sejumlah altcoin utama bergerak turun bersamaan dengan kontrak berjangka saham AS, mencerminkan kepanikan singkat di antara pelaku pasar global. Volume perdagangan dan volatilitas meningkat tajam sebelum pasar mencoba meredam tekanan jual.

Likuidasi posisi menggunakan leverage

Penurunan harga memicu likuidasi besar-besaran pada posisi beli (long) yang menggunakan leverage tinggi, dengan total likuidasi posisi long mencapai sekitar 584,38 juta Dolar AS dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah itu, Bitcoin menyumbang likuidasi sekitar 180,89 juta Dolar AS, menandakan besarnya eksposur leveraged pada aset ini.

Fenomena likuidasi massal ini memperlihatkan bahwa banyak trader yang semula bertaruh pada kelanjutan kenaikan harga terpaksa menutup posisi karena tekanan pasar. Dampak lanjutan termasuk meningkatnya volatilitas dan potensi koreksi lebih dalam jika sentimen tidak cepat pulih.

Level teknikal dan perhatian jangka pendek

Para analis kini memfokuskan perhatian pada level support penting di 76.000 Dolar AS sebagai penentu tekanan jual selanjutnya pada Bitcoin. Analis kripto Michael van de Poppe menyebut level tersebut sebagai area kunci yang harus dipertahankan agar penurunan tidak berlanjut ke tingkat yang lebih dalam.

Jika support tersebut tembus, pasar berisiko mengalami perpanjangan koreksi yang dapat memicu likuidasi tambahan dan menggoyang sentimen investor ritel maupun institusi. Sebaliknya, pemulihan di atas level tersebut dapat membantu meredakan tekanan jual dan membuka peluang konsolidasi.

Faktor makro yang mempengaruhi arah pasar

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 20 Mei untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed. Risalah tersebut dinilai krusial karena nada kebijakan yang masih cenderung ketat dapat memperkuat tekanan terhadap aset berisiko seperti kripto.

Jika dokumen tersebut menunjukkan sinyal kelanjutan pengetatan, ekspektasi pengembalian suku bunga yang tinggi berpotensi menekan permintaan terhadap aset berisiko. Sebaliknya, indikasi pelonggaran kebijakan atau panduan yang lebih dovish dapat meredakan sebagian tekanan pada pasar kripto dan pasar keuangan global.

Analisis teknikal dan perkembangan geopolitik diperkirakan akan terus menjadi faktor dominan dalam beberapa hari mendatang. Pelaku pasar disarankan memantau level teknikal, data likuiditas, dan rilis risalah The Fed untuk menilai potensi pergerakan selanjutnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button