IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Justru Melonjak

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026.
IHSG turun sekitar 15 poin atau 0,26 persen ke level 6.501.
Pergerakan tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang berada di zona merah pada awal perdagangan.
Pelemahan IHSG terutama dipengaruhi penurunan sejumlah sektor, termasuk material dasar, keuangan, dan infrastruktur.
Di sisi lain, sektor konsumer primer, energi, dan teknologi masih mampu menguat.
Meski indeks berada di zona merah, sejumlah saham justru mencatat lonjakan signifikan.
OILS memimpin penguatan dengan naik 19,79 persen ke Rp575, disusul SSTM yang menguat 15,63 persen menjadi Rp560 dan CCSI naik 12,40 persen ke Rp288.
Sementara itu, saham berkapitalisasi pasar besar bergerak relatif terbatas dengan BBCA turun 0,39 persen, DCII stagnan, BBRI naik 0,31 persen, BYAN terkoreksi 2,4 persen, dan BREN menguat 0,3 persen.
Hingga pagi hari, sebanyak 313 saham tercatat menguat, 166 saham melemah, dan 222 saham belum bergerak.
Dari jajaran top gainer, selain OILS dan SSTM, terdapat MBAP, SSTI, LIFE, dan ASGR.
Adapun saham yang mengalami tekanan terbesar antara lain TMPO, BAPA, SHIP, dan GRPH.
Pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG sebelumnya ditutup melemah tipis 3,63 poin atau 0,06 persen ke level 6.518.
Investor asing mencatatkan net sell saham sebesar Rp482,24 miliar pada sesi tersebut.
Penjualan asing terbesar tercatat pada DSSA sebesar Rp166,51 miliar, diikuti GOTO Rp96,56 miliar dan BUMI Rp81,53 miliar.





