Ekonomi

UMKM Indonesia Tembus Eropa dengan Smart-Card & RFID

Jakarta, Maret.id — Pemerintah bersama pihak swasta meluncurkan sistem identitas digital produk berbasis RFID yang terintegrasi dengan teknologi blockchain untuk memperkuat perlindungan produk UMKM dari pemalsuan dan memenuhi standar keterlacakan Uni Eropa. Inisiatif ini ditujukan agar produk lokal dapat menembus pasar Eropa dengan memenuhi regulasi Digital Product Passport yang diwajibkan di bawah Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR).

Teknologi RFID terhubung blockchain

Setiap produk UMKM yang lolos kurasi akan dipasangi chip RFID yang menyimpan Data Digital Passport berisi asal bahan baku, sertifikat, jejak karbon, data deforestasi, dan identitas digital produk. Chip RFID tersebut dihubungkan ke jaringan blockchain sehingga setiap produk memperoleh Token ID dan TX Hash untuk memastikan integritas data secara global.

Direktur Peruri Smart Card, Muchrizal, menjelaskan bahwa integrasi RFID dan blockchain memungkinkan identitas digital unik pada setiap produk serta pelacakan posisi produk secara global. Pernyataan beliau disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta pada 10 Mei 2026.

Syarat masuk pasar Uni Eropa

Direktur PUNDI dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, menegaskan bahwa kepemilikan Digital Product Passport kini menjadi prasyarat krusial bagi produk Indonesia agar bisa bersaing di pasar Uni Eropa. Ia menambahkan bahwa sejak 18 Juli 2024, regulasi ESPR mulai mewajibkan transparansi rantai pasok dan keterlacakan end-to-end, yang diimplementasikan secara bertahap hingga 2030.

Amiranto menyebutkan bahwa standar identifikasi produk global dan keterlacakan menyeluruh dari hulu ke hilir menjadi syarat agar produk dapat diterima dan beredar di pasar Eropa. Selain itu, sistem ini membantu eksportir dan importir memenuhi kebutuhan verifikasi data yang semakin ketat di pasar internasional.

Implementasi dan produk terpilih

Sebelum penerapan sistem, INA Trading bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) serta SMESCO melakukan proses kurasi ketat terhadap produk yang diminati pasar Eropa, termasuk dompet, tas, sepatu, dan scarf dari merek Miumosa dan Mamnich. Produk-produk hasil kurasi kemudian dilengkapi chip RFID dan Data Digital Passport untuk keperluan ekspor dan verifikasi.

Perkenalan teknologi RFID-Blockchain dilakukan pada ajang INABUYER B2B2G Expo 2026 yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta, pada 5-7 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Loto Srinaita Ginting, menyerahkan secara simbolis produk SMESCO yang telah dilengkapi teknologi tersebut untuk dikirim ke Casa Da Indonesia di Porto, Portugal.

Kolaborasi lintas sektor dan inovasi pembayaran

Pengembangan sistem ini merupakan hasil kolaborasi antara Peruri Smart Card, Peruri Digital Security, PUNDI Group, EQBR Korea, Kementerian Koperasi dan UKM, SMESCO, BLOCKTOGO, Indonesia In Your Hand (Eropa), dan Mindsground. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem digitalisasi produk UMKM agar memenuhi standar internasional.

Salah satu keunggulan tambahan adalah kemampuan pembayaran menggunakan cryptocurrency di Casa Da Indonesia di Porto melalui mesin EDC VISA yang telah terhubung dengan ekosistem European Blockchain Services Infrastructure. Fitur ini memberi alternatif pembayaran dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

Target ekspor dan prospek

SMESCO dan INA Trading optimistis teknologi ini dapat mendorong peningkatan nilai ekspor produk UMKM hingga sekitar Rp1,5 miliar sepanjang tahun 2026. Dengan penerapan identitas produk digital dan keterlacakan yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah memenuhi persyaratan regulatori dan memperluas penetrasi pasar Eropa.

Para pelaku usaha dan regulator di dalam negeri didorong untuk terus memperkuat kapasitas kurasi, sertifikasi, dan adopsi teknologi agar manfaat sistem RFID-Blockchain dapat dirasakan menyeluruh oleh rantai nilai UMKM.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button