Ekonomi

Desakan Mundur Gubernur BI, Rupiah Ambles Rp17.713

Jakarta, Maret.id — Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.30 WIB, rupiah melemah 45 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp17.713 per Dolar AS. Level tersebut menjadi yang terlemah sepanjang sejarah dan memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir.

Kurs Rupiah Capai Titik Terendah

Kelemahan rupiah pada pagi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar tentang stabilitas nilai tukar jangka pendek. Tekanan eksternal dan arus modal keluar diperkirakan menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan mata uang domestik.

Respons Gubernur Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menanggapi singkat desakan pengunduran diri yang diajukan Anggota Komisi XI DPR Primus Yustisio. “Yakin (rupiah) stabil,” ujar Perry singkat usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Pertemuan di Istana dan Implikasi Politik

Pertemuan Perry dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama menandai adanya koordinasi tingkat atas terkait situasi pasar keuangan. Tekanan politik berupa permintaan mundur terhadap kepala bank sentral menambah dimensi non-ekonomi yang turut memperberat sentimen pasar.

IHSG dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini sejalan dengan pelemahan mata uang domestik. Pada pukul 09.05 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 30,5 poin atau 0,46 persen ke level 6.568.

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas transaksi yang cukup tinggi pada sesi pembukaan. Volume transaksi mencapai 2,78 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,38 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 209.442 kali transaksi pada periode pengamatan tersebut. Dari jumlah saham yang diperdagangkan, 278 saham menguat, 226 saham melemah, dan 184 saham stagnan.

Pelaku pasar menyatakan bahwa kombinasi tekanan eksternal, peralihan sentimen investor, dan ketidakpastian politik domestik menjadi faktor utama penurunan kepercayaan. Kondisi ini berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut jika tidak ada sinyal penanganan yang meyakinkan dari otoritas.

Bank Indonesia dalam beberapa kesempatan sebelumnya menegaskan komitmennya menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar melalui kebijakan instrumen likuiditas serta intervensi pasar bila diperlukan. Namun, efektivitas langkah-langkah tersebut sering kali juga dinilai oleh pasar berdasarkan sinyal kebijakan yang tersampaikan publik.

Para pengamat pasar menyarankan agar komunikasi antara otoritas moneter dan fiskal diperkuat untuk meredam gejolak. Koordinasi kebijakan yang jelas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menekan tekanan jual yang memperlemah rupiah.

Sementara itu, investor asing yang menjadi pemegang porsi signifikan pasar modal Indonesia juga dipantau pergerakannya dan reaksinya terhadap perkembangan nilai tukar dan kebijakan pemerintah. Aksi jual asing pada saham dan surat berharga domestik seringkali berkorelasi dengan depresiasi nilai tukar dalam periode tekanan global.

Pemerintah dan otoritas terkait diperkirakan akan terus memantau pergerakan pasar dan mengkaji langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan kondisi. Investor dan pelaku usaha diharapkan mengikuti perkembangan kebijakan dengan seksama untuk menilai dampaknya terhadap portofolio dan operasi bisnis mereka.

Pemulihan kepercayaan pasar akan bergantung pada kombinasi kebijakan yang tepat, komunikasi yang transparan dari otoritas, serta perbaikan sentimen global yang memengaruhi arus modal. Hingga sore hari, pelaku pasar tetap mencermati rilis data ekonomi dan pernyataan resmi yang dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah dan IHSG.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button