Ekonomi

Inovasi Kayu IPB University Didorong Tembus Pasar Nasional

Jakarta, Maret.id — Inovasi teknologi kayu termodifikasi dengan perlakuan panas dan bahan kimia ramah lingkungan karya Prof I Wayan Darmawan kini memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi melalui kerja sama lisensi antara IPB University dan PT Jaya Cemerlang Industry.

Teknologi ini dikembangkan untuk meningkatkan daya tahan dan nilai guna kayu, sekaligus membuka peluang pemanfaatan kayu muda yang selama ini terbatas.

Kerja sama lisensi tersebut tidak hanya bertujuan memproduksi produk komersial, tetapi juga mendorong penggunaan bahan baku kayu yang lebih cepat tumbuh dan ekonomis.

Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University menyatakan dukungan lebih lanjut dalam bentuk akses pasar dan promosi.

” Kami bisa minta sampel dan detail deskripsi produknya untuk kami bantu promosikan dan pajang di IPB, jadi ketika ada tamu produk Bapak bisa dikenal dan bahkan dibeli secara langsung,” kata Dr Handian Purwawangsa, Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University.

Pernyataan tersebut diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

Direktur Utama PT Jaya Cemerlang Industry, Jimmy Chandra, menilai kerja sama ini menjadi jembatan penting untuk meningkatkan pemanfaatan kayu Indonesia.

Ia menyoroti tantangan industri kayu yang masih banyak bergantung pada bahan dari tanaman relatif muda sementara pasar menuntut produk dengan kualitas dan ketahanan tinggi.

” Dengan inovasi Pak Wayan, bagaimana caranya kayu kita tidak perlu ditanam sampai puluhan tahun untuk bisa dimanfaatkan; dalam sekitar lima tahun saja output-nya sudah bisa baik,” ujar Jimmy Chandra, Direktur Utama PT Jaya Cemerlang Industry.

Jimmy menambahkan bahwa peningkatan kualitas kayu menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan pasar yang selama ini beralih ke material seperti aluminium dan baja ringan karena masalah daya tahan.

Pemasaran dalam negeri akan dipacu melalui edukasi dan promosi produk, dengan identitas produk bermerek IDOLA yang dikembangkan dari teknologi modifikasi kayu IPB University.

Pengembangan produk IDOLA dirancang tidak hanya untuk furnitur tetapi juga produk fungsional sehari-hari, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sisa potongan kayu dari proses produksi, misalnya phone holder.

Pendekatan ini diharapkan memperkuat efisiensi material dan membuka peluang diversifikasi produk sesuai kebutuhan pasar domestik.

” Harapan kami orang-orang mau menanam lagi, sehingga bisa memberdayakan petani dan menghasilkan kayu untuk kami produksi,” ujar Jimmy Chandra, Direktur Utama PT Jaya Cemerlang Industry.

Jimmy juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani, termasuk perempuan yang berperan dalam sektor pertanian namun masih menerima imbalan relatif rendah.

Bagi Prof I Wayan Darmawan, masuknya inovasi ini ke tahap hilirisasi merupakan langkah penting setelah proses pengembangan dan kerja sama dengan mitra, termasuk mitra luar negeri.

Ia berterima kasih kepada LPA2I dan IPB University atas dukungan penuh terhadap proses komersialisasi agar dapat menjadi contoh bagi pengembangan dan hilirisasi inovasi lain di lingkungan IPB University.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button