Pendapatan GoRide Tembus 92%, Pasar Terpengaruh

Jakarta, Maret.id — GoTo resmi mengumumkan pengurangan porsi potongan layanan GoRide sehingga mitra pengemudi akan menerima 92 persen dari pendapatan setiap perjalanan, kata Direktur Utama (CEO) GoTo Hans Patuwo.
Pengumuman tersebut disampaikan pada konferensi pers di kantor GoTo di Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026, dan menjadi respons perusahaan terhadap regulasi pemerintah yang mengatur skema bagi hasil layanan transportasi online.
Rincian Kebijakan Bagi Hasil
Menurut Hans Patuwo, perubahan skema bagi hasil menetapkan bahwa 92 persen dari tarif setiap perjalanan GoRide menjadi hak pengemudi.
“Kami berkomitmen untuk menyesuaikan skema bagi hasil di mana 92 persen dari setiap perjalanan GoRide akan menjadi hak pengemudi,” ujar Hans dalam pernyataannya kepada wartawan.
Pelaksanaan Menunggu Petunjuk Teknis
Hans menyatakan bahwa meski keputusan strategis sudah diputuskan, implementasi kebijakan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah terkait pelaksanaan peraturan presiden yang relevan.
“Kami akan melakukan implementasinya secepat mungkin, namun masih menunggu instruksi dan persiapan dari Perpres itu sendiri,” jelasnya.
Dampak Finansial bagi Perusahaan
Manajemen GoTo mengakui bahwa pengurangan porsi potongan tersebut akan berdampak langsung terhadap pendapatan perusahaan karena layanan GoRide selama ini merupakan salah satu pilar bisnis.
“Ini perubahan cukup besar bagi kami. Pendapatan Gojek dari layanan GoRide tentu akan mengalami penurunan,” kata Hans menegaskan pengaruh kebijakan terhadap neraca perusahaan.
Strategi jangka panjang menjadi alasan kebijakan tersebut diambil, menurut pernyataan resmi perusahaan.
GoTo menilai penyesuaian bagi hasil merupakan investasi untuk menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.
Respons terhadap Regulasi Pemerintah
Keputusan GoTo datang di tengah upaya pemerintah untuk menata regulasi layanan transportasi online demi perlindungan pengemudi serta konsumen.
Perusahaan menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan otoritas terkait demi kelancaran proses implementasi teknis aturan baru.
Pihak manajemen juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas kepada mitra pengemudi dan pengguna layanan selama masa transisi.
GoTo berjanji memberikan informasi lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan dan mekanisme teknis setelah mendapatkan petunjuk resmi dari pemerintah.
Dampak operasional dan finansial akan dipantau secara berkala oleh manajemen untuk memastikan adaptasi yang tepat terhadap perubahan tersebut.
Perusahaan menilai bahwa dukungan kepada mitra pengemudi melalui peningkatan porsi penghasilan dapat memperkuat loyalitas mitra dan stabilitas layanan jangka panjang.
Dengan langkah ini, GoTo berupaya menunjukkan komitmen pada kesejahteraan mitra pengemudi sekaligus menyeimbangkan kebutuhan bisnis.
Perkembangan lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan diharapkan diumumkan setelah terbitnya petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemerintah.





