IIES 2026 Prediksi Ekspor Industri Melejit

Jakarta, Maret.id — IIES 2026 digelar bersamaan dengan pameran Indonesia International Textile & Clothing Industry Fair (ITC) dan Indonesia International Footwear Machinery & Material Industry Fair (IFM).
Pameran ini menampilkan kombinasi industri yang luas, mulai dari teknologi industri hingga produk konsumen.
IIES 2026 menyorot inovasi pada produk wellness dan perawatan kecantikan yang dikombinasikan dengan perangkat pintar dan produk smart commodity.
Selain itu, pengunjung dapat menemukan makanan dan minuman, budaya, fashion apparel, kain dan produk kulit, hadiah dekorasi rumah tangga, serta bahan bangunan.
Fokus pada Teknologi Industri dan Perangkat Pintar
Penyelenggara menilai kebutuhan industri terhadap teknologi produksi yang lebih modern terus meningkat dari tahun ke tahun.
Perhatian khusus diberikan pada teknologi mesin industri, solusi otomasi, serta inovasi di sektor tekstil dan pakaian.
“Sejalan dengan perkembangan pasar dan kebutuhan industri saat ini, kami memutuskan untuk memfokuskan seluruh upaya pengembangan pada rangkaian platform perdagangan khusus yang lebih terarah,” ujar Managing Director ES International Event Management Sdn Bhd sekaligus Managing Director PT Indonesia Mass Event Management, Dato Chong Chong Tik, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Dato Chong menyebut bahwa perangkat rumah tangga pintar, produk gaya hidup modern, sampai solusi industri berbasis otomasi akan ditampilkan oleh peserta dari berbagai negara.
Jembatan Bisnis Internasional dan Lokal
Penyelenggaraan IIES 2026 dirancang untuk menjembatani pelaku usaha internasional dengan pembeli, distributor, importir, dan komunitas bisnis lokal.
Program business matching dan pertemuan dagang langsung disiapkan sebagai wahana untuk mempertemukan penawaran produk dengan kebutuhan pasar regional.
Pihak penyelenggara optimistis bahwa pameran ini dapat mengangkat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan manufaktur di kawasan ASEAN.
Harapan tersebut didasari oleh potensi pasar domestik yang besar serta jaringan logistik dan komersial yang semakin terintegrasi di kawasan regional.
Skala Pameran dan Dampak Ekonomi
Direktur PT Solindo Duta Praga, Khaerany Jamila, menyatakan bahwa akan ada sekitar 320 booth dalam pameran ini.
Ia menilai kehadiran puluhan negara peserta dan skala booth yang besar akan mendorong pengembangan merek dagang serta pertumbuhan ekonomi kedua pihak, baik Indonesia maupun mitra dagang seperti Cina.
Para pelaku usaha dalam negeri diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Sementara itu, pengunjung dan pembeli profesional diberi kesempatan untuk melihat langsung implementasi teknologi terbaru yang berpotensi mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.
IIES 2026 juga dipandang sebagai platform untuk mempercepat adopsi solusi otomasi di sektor-sektor yang selama ini bergantung pada proses manual.
Eksposur terhadap mesin dan material modern diharapkan mendorong transformasi digital pada pabrik tekstil, apparel, dan industri alas kaki.
Penyelenggara menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar agar pameran tetap relevan dan memberikan hasil konkret bagi peserta.
Upaya ini termasuk penguatan program pertemuan bisnis, seminar teknis, serta demonstrasi produk yang terukur.
Dengan kombinasi fokus teknologi dan jangkauan lintas-industri, IIES 2026 ditargetkan tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai katalisator kolaborasi antar-negara serta penggerak investasi sektor manufaktur dan ritel modern di Indonesia.
Publik dan pelaku industri diminta memanfaatkan agenda ini sebagai wadah strategis untuk melihat prospek industri ke depan.





