Ekonomi

Cawan Genjot 7.000 SPKLU, Akses Pengisian Meluas

Jakarta, Maret.id — PT Berkat Cawan Group menyatakan komitmen mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan stasiun pengisian bermerk Starcharge.

Produk dan Sertifikasi

Perusahaan menyebut perangkat Starcharge telah melalui rangkaian uji standar menyeluruh sebelum dipasarkan.
“Perangkat tersebut telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, dengan jaminan kualitas dan keamanan tertinggi,” kata Owner PT Berkat Cawan Group Albert Junior.

Varian Kapasitas dan Kegunaan

Starcharge tersedia dalam beberapa varian kapasitas mulai dari 60 kW hingga 260 kW untuk memenuhi kebutuhan beragam pengguna.
Kapabilitas tersebut diklaim mampu melayani pengisian daya bagi mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus dan truk listrik.

Integrasi dengan Pembangkit Energi Terbarukan

Di sisi produksi energi, Berkat Cawan sedang membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sukabumi dengan kapasitas 220 megawatt.
PLTA itu juga dilengkapi saluran irigasi yang dirancang untuk mengairi sawah warga setempat, sehingga proyek diharapkan memberi manfaat multipel bagi masyarakat lokal.

Perusahaan sebelumnya melalui anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi, telah menyelesaikan pembangunan dua PLTA di Sukabumi yakni PLTA Cibuni berkapasitas 99 MW dan PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW.
Penyelesaian proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari strategi korporasi untuk memperkuat pasokan energi terbarukan yang mendukung infrastruktur kendaraan listrik.

Albert Junior menegaskan bahwa pengembangan stasiun pengisian dan pembangkit listrik terbarukan merupakan langkah terukur untuk mendukung ekosistem EV di Indonesia.
“Kami berkomitmen mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujarnya lagi sebagai penegasan terhadap arah investasi perusahaan.

Langkah Berkat Cawan dinilai relevan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi dan elektrifikasi transportasi yang menjadi bagian dari kebijakan nasional.
Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan pengembangan energi terbarukan dan kemandirian energi sebagai prioritas dalam beberapa kebijakan terbaru.

Para pengamat industri mengatakan bahwa ketersediaan infrastruktur pengisian yang bersertifikat akan mempercepat kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik.
Sementara itu, pembangunan PLTA yang terintegrasi dengan fungsi irigasi dinilai memberi nilai tambah ekonomi dan sosial bagi komunitas setempat.

Berkat Cawan belum merinci lokasi pemasangan Starcharge secara nasional atau target jumlah unit yang akan dipasang dalam jangka pendek.
Namun, perusahaan menyatakan akan melakukan koordinasi dengan otoritas terkait dan operator jaringan untuk memastikan kompatibilitas serta aksesibilitas layanan.

Investor dan mitra potensial diperkirakan akan memantau perkembangan proyek ini mengingat kebutuhan infrastruktur pengisian listrik yang terus meningkat.
Dengan kombinasi investasi pada infrastruktur pengisian dan sumber energi terbarukan, perusahaan berharap dapat memainkan peran strategis dalam rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah daerah di wilayah proyek juga menyatakan dukungan terhadap pembangunan PLTA dan fasilitas pendukung, terutama terkait manfaat irigasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Rincian lebih lanjut mengenai timeline operasional Starcharge dan komersialisasi PLTA 220 MW di Sukabumi akan diumumkan oleh perusahaan saat tahap konstruksi dan uji coba selesai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button