Direksi BUMN Prediksi Efek ke Kesejahteraan Pegawai

Jakarta, Maret.id — Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, menegaskan bahwa transformasi perusahaan negara harus didorong oleh kombinasi berpikir strategis, manajemen proyek yang matang, dan disiplin eksekusi untuk menghasilkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Penekanan pada Kepemimpinan dan Integritas
Dony menyoroti pentingnya kepemimpinan direksi BUMN yang kuat dan berintegritas dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Menurutnya, selain kompetensi bisnis, pemimpin harus mampu menjaga akuntabilitas dan ketahanan mental untuk membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
Dia menambahkan bahwa kemampuan mengeksekusi strategi secara disiplin menjadi kunci agar upaya transformasi tidak berhenti pada perencanaan semata. Tanpa eksekusi yang konsisten, tujuan peningkatan daya saing dan nilai jangka panjang sulit tercapai.
Tata Kelola dan Keputusan Etis
Dony menegaskan bahwa jabatan direktur tidak hanya sekadar posisi administratif tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pengambilan keputusan etis di bawah tekanan. Keputusan yang diambil oleh pimpinan harus memperkuat tata kelola perusahaan agar BUMN tetap kompetitif dan tahan terhadap perubahan eksternal.
Penguatan tata kelola juga mencakup peningkatan transparansi dan mekanisme pengawasan internal untuk mengurangi risiko korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Rangka tata kelola yang baik, menurutnya, merupakan fondasi agar BUMN dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.
Kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan
Sejalan dengan penguatan kepemimpinan, BP BUMN menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan proses transformasi berjalan sehat dan berkelanjutan. Sinergi ini diarahkan untuk menjaga stabilitas hubungan industrial serta menjamin perlindungan hak-hak pekerja.
Salah satu upaya konkrit yang disebutkan adalah pembentukan Lembaga Kerja Sama Bipartit di setiap BUMN sebagai wadah dialog antara manajemen dan serikat pekerja. Mekanisme bipartit ini diharapkan dapat menyelesaikan potensi konflik secara konstruktif tanpa mengorbankan kesejahteraan pegawai.
Komitmen pada Prinsip Tanpa Ada yang Ditinggalkan
Pemerintah dan BP BUMN menegaskan prinsip “no one left behind” dalam setiap langkah transformasi untuk memastikan perlindungan sosial bagi tenaga kerja. Prinsip ini menjadi pedoman agar reformasi organisasi tidak meninggalkan kelompok pekerja yang rentan.
Pelaksanaan prinsip tersebut meliputi program-program pelatihan ulang, peningkatan kapasitas, dan skema perlindungan sosial yang adaptif terhadap perubahan struktur kerja. Tujuannya adalah menjaga kelancaran transisi sambil mempertahankan stabilitas sosial dan produktivitas.
Dorongan untuk Nilai Jangka Panjang
Dony mengingatkan bahwa orientasi BUMN harus pada nilai jangka panjang yang berkelanjutan daripada sekadar pencapaian jangka pendek. Pendekatan strategis dan berkelanjutan dinilai penting untuk menghadapi kompetisi global dan perubahan teknologi.
Pelaksanaan strategi jangka panjang juga memerlukan pemantauan terus-menerus dan evaluasi berbasis indikator kinerja yang jelas. Ini termasuk pengukuran dampak ekonomi, sosial, dan tata kelola yang seimbang.
Tantangan dan Peluang Transformasi
Transformasi BUMN menghadirkan tantangan seperti resistensi internal, kebutuhan investasi teknologi, dan penyesuaian budaya organisasi. Namun, Dony melihat peluang besar jika transformasi dijalankan dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
BP BUMN akan terus mendorong program-program yang meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi bisnis. Dukungan dari regulator, sektor swasta, dan tenaga kerja menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang.
Penekanan pada kepemimpinan yang etis, tata kelola yang kuat, serta dialog sosial yang terbuka dipandang sebagai langkah fundamental untuk mencapai tujuan transformasi. Jika dijalankan konsisten, langkah-langkah ini diharapkan memperkuat peran BUMN dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.





