Ekonomi

IHSG Tembus 6.113, Industri Pimpin Penguatan

Jakarta, Maret.id — IHSG menutup sesi siang menguat 18 poin atau 0,30 persen ke level 6.113, mengikuti penguatan mayoritas bursa regional Asia. Sebelumnya indeks sempat terperosok hingga menembus area psikologis 6.000 pada awal sesi akibat tekanan jual yang masih tinggi.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan volume sekitar 199,5 juta lot dan nilai transaksi Rp10,17 triliun hingga akhir sesi pertama. Penguatan ini menunjukkan adanya arus beli yang mulai kembali masuk ke pasar setelah beberapa hari tekanan berat.

Sentimen dan Volatilitas

Penguatan IHSG juga mencerminkan pemulihan sentimen setelah tekanan besar yang terjadi beberapa hari terakhir di tengah volatilitas pasar global dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Namun pergerakan indeks masih dibayangi volatilitas tinggi menjelang penutupan sesi II.

Sektor yang Menguat

Sektor bahan baku atau basic industry menjadi motor utama kenaikan dengan lonjakan 3,79 persen. Saham-saham berbasis bahan baku seperti BRPT, INKP, INTP, dan SMGR menjadi penopang utama penguatan sektor ini.

Pemimpin Penguatan di LQ45

Di jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin emiten berbasis komoditas dan logam seperti MDKA, HRTA, INCO, serta MBMA. Selain itu, saham energi dan petrokimia seperti BUMI, DEWA, dan BRPT turut mendorong kenaikan indeks.

Saham-saham unggulan yang menguat menunjukkan minat beli pada sektor berbasis sumber daya alam dan industri dalam jangka pendek. Kenaikan tersebut juga memperlihatkan rotasi sementara dari saham defensif ke saham siklikal.

Sebaliknya, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham kapitalisasi besar yang menjadi pemberat pergerakan. Di kelompok top losers LQ45, saham CUAN, AMMN, ASII, EMTK, TLKM, JPFA, dan KLBF tercatat memberikan tekanan pada indeks.

Sektor properti tercatat menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, turun 0,71 persen. Koreksi pada sektor ini dipicu tekanan pada saham-saham seperti MTLA, DILD, LPKR, JRPT, CTRA, dan SMRA serta mencerminkan kehati-hatian investor terhadap sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan daya beli masyarakat.

Sentimen eksternal berupa penguatan Dolar AS dan ketidakpastian geopolitik global diperkirakan masih memengaruhi perdagangan hingga penutupan sesi II. Investor juga menunjukkan kehati-hatian terkait arah kebijakan domestik yang dapat menambah tekanan volatilitas.

Analis pasar memperkirakan bahwa pergerakan IHSG pada sisa hari ini akan bergantung pada perkembangan arus modal dan data ekonomi yang dirilis menjelang penutupan. Jika arus modal masuk berlanjut dan nilai tukar stabil, sektor komoditas dan industri berpeluang melanjutkan penguatan.

Para pelaku pasar akan mengamati indikator teknikal serta rilis ekonomi domestik sebagai penentu arah perdagangan sisa hari ini. Pergerakan saham-saham komoditas serta dinamika rupiah menjadi kunci bagi kelanjutan penguatan IHSG jika sentimen eksternal mereda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button