Ekonomi

IHSG Anjlok 8,35 Persen, Asing Catat Penjualan Bersih Rp41,6 Triliun

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam sebesar 8,35 persen dalam sepekan terakhir menuju level 6.162,04, dan sempat menembus level psikologis 6.000 sebelum bergerak menguat menjelang penutupan akhir pekan. Pergerakan ini menandai koreksi signifikan pada pasar saham domestik setelah periode reli sebelumnya.

Penurunan Indeks dan Faktor Pemicu

Koreksi pasar dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan kebijakan domestik yang memengaruhi ekspektasi investor. Rebalancing indeks MSCI menjadi salah satu faktor eksternal utama yang menekan aliran modal ke saham tertentu.

Pengumuman pembentukan BUMN ekspor satu pintu turut menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku pasar karena potensi dampaknya terhadap struktur perdagangan dan keuntungan korporasi. Kombinasi kedua faktor tersebut memicu aksi jual yang lebih luas di bursa.

Pergerakan Aktivitas Perdagangan

Di tengah koreksi indeks, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia justru menunjukkan peningkatan pada beberapa indikator. Rata-rata nilai transaksi harian naik 16 persen menjadi Rp21,8 triliun, menandakan adanya peningkatan intensitas transaksi dalam nilai.

Volume saham yang diperdagangkan juga bertambah 2,5 persen menjadi 36,67 miliar saham, namun frekuensi transaksi harian mengalami penurunan. Frekuensi transaksi tercatat turun 6,5 persen menjadi 2,4 juta kali transaksi yang mencerminkan dominasi aksi jual dengan ukuran transaksi lebih besar.

Dampak terhadap Kapitalisasi Pasar

Sejalan dengan koreksi indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut sekitar 10 persen menjadi Rp10.635 triliun. Penyusutan ini menandakan turunnya valuasi kolektif emiten yang terdaftar di bursa dalam jangka pendek.

Penurunan kapitalisasi pasar juga dapat memperbesar kerentanan terhadap tekanan likuiditas jika sentimen negatif berlanjut. Investor institusi dan manajer aset diperkirakan akan meninjau kembali portofolio mereka seiring penyesuaian valuasi ini.

Aksi Investor Asing dan Aliran Modal

Investor asing melanjutkan aksi jual bersih (net sell) selama pekan ini dengan nilai mencapai Rp309,5 miliar. Aksi jual bersih asing ini memperpanjang tren keluar modal yang telah terjadi sejak awal tahun.

Secara akumulatif sejak awal 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp41,6 triliun, menambah tekanan pada likuiditas dan sentiment pasar domestik. Aliran keluar modal asing biasanya meningkatkan volatilitas dan memaksa penyesuaian harga saham pada sektor-sektor yang paling terdampak.

Respons Pelaku Pasar dan Prospek ke Depan

Pelaku pasar menyatakan kewaspadaan menjelang periode rebalancing dan kebijakan pemerintah yang masih dapat memengaruhi sentimen secara berkelanjutan. Sebagian analis menilai koreksi ini membuka peluang valuasi ulang bagi saham-saham dengan fundamental kuat, namun tetap menyarankan selektivitas dalam pemilihan saham.

Faktor pemulihan diperkirakan akan bergantung pada stabilisasi aliran modal, kejelasan kebijakan terkait BUMN ekspor, dan perkembangan ekonomi global yang memengaruhi permintaan komoditas serta aliran modal. Investor ritel dan institusi diharapkan mengikuti data ekonomi terbaru dan pernyataan otoritas pasar untuk menyesuaikan strategi investasi.

Pasar saham domestik memasuki fase yang menuntut disiplin manajemen risiko dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan volatilitas yang meningkat, sinyal teknikal dan fundamental akan menjadi acuan utama dalam pengambilan keputusan trading dan investasi di sisa kuartal ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button