Pertamina Trans Kontinental gandeng STS untuk tingkatkan layanan maritim FAME

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengumumkan kerja sama tripartit dengan PT Pertamina Patra Niaga serta mitra yang tergabung dalam Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) untuk mendukung distribusi FAME pada tahun 2026.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Kerja sama ini mencakup penyediaan layanan penyewaan kapal dan sarana operasional pendukung lainnya untuk memperlancar rantai pasok bahan bakar nabati. Tujuan utamanya adalah mewujudkan layanan logistik maritim yang terintegrasi, andal, aman, dan berkelanjutan bagi kebutuhan energi nasional.
Peran PT Pertamina Trans Kontinental
Direktur Pemasaran PT Pertamina Trans Kontinental, Albertus Budi Anto Santosa, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi PTK sebagai penyedia layanan maritim terintegrasi bagi sektor energi nasional. “Kolaborasi ini memperkuat bisnis Integrated Maritime Solution melalui layanan marine services, support vessel, port operation, dan shorebase yang andal dalam mendukung kebutuhan energi nasional,” ujarnya.
Fasilitas dan Armada untuk FAME 2026
Dalam kerja sama ini PTK akan menyediakan dan mengoperasikan fasilitas Floating Storage, Harbour Tug, Shuttle Vessel, serta menyiapkan tenaga kerja, peralatan, dan fasilitas pendukung lainnya. Penyediaan aset dan sumber daya tersebut dimaksudkan untuk memastikan kelancaran distribusi dan pengelolaan logistik FAME sepanjang tahun 2026.
Metode Operasional dan Keamanan
PTK menegaskan dukungannya terhadap proses transfer muatan melalui metode Ship-to-Ship (STS) yang diharapkan berjalan optimal dengan prinsip keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama. Perusahaan juga menyatakan komitmen pada keandalan operasional dan prinsip operational excellence dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Tingkat Keandalan dan Cakupan Operasional
Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK saat ini mengelola ratusan unit armada kapal yang tersebar di berbagai wilayah operasional strategis di Indonesia. Perusahaan mencatat tingkat keandalan layanan di atas 99 persen, yang menjadi indikator penting mengenai ketepatan waktu dan keselamatan dalam industri energi.
Layanan Terintegrasi
Operasional terintegrasi PTK meliputi penyediaan Support Vessel, layanan Marine Service, Port Operations Services, serta fasilitas Shorebase yang mendukung aktivitas logistik. PTK menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional.
Dampak bagi Ketahanan Energi Nasional
Kolaborasi ini dipandang mampu memperkuat ketahanan pasokan bahan bakar berbasis nabati dengan memperkecil risiko gangguan logistik serta memperlancar distribusi ke berbagai wilayah. Dukungan fasilitas dan prosedur operasional yang terstandarisasi diharapkan turut mendorong efektivitas program BUBBN dan target penggunaan FAME pada 2026.
Langkah Implementasi dan Pengawasan
Ke depan, pelaksanaan kerja sama akan dipantau secara berkala untuk memastikan target operasional dan aspek keselamatan terpenuhi sesuai standar industri. Para pihak terkait juga berpotensi melakukan evaluasi dan penyesuaian skema kerja sama agar responsif terhadap kebutuhan pasokan dan kondisi operasional di lapangan.
PTK menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung transisi energi dan penguatan infrastruktur logistik maritim nasional, sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi negara melalui layanan yang andal dan berkelanjutan.





