Peran Masyarakat Ekonomi Syariah diharapkan dapat mendongkrak ekonomi kerakyatan

Jakarta, Maret.id — Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono didapuk sebagai Ketua Harian Majelis Ekonomi Syariah (MES) mendampingi Ketua Umum Rosan P. Roeslani. Pengangkatan ini diumumkan dalam acara pelantikan pengurus MES yang digelar baru-baru ini dengan dihadiri sejumlah pelaku ekonomi syariah dan pengurus koperasi daerah.
Pelantikan dan Susunan Kepengurusan
Wakil Sekjen MES Estiana Fithriana Dewi menyatakan rasa syukur usai prosesi pelantikan berlangsung. “Alhamdulillah acara pelantikan berjalan lancar, dan hari ini saya diberikan kepercayaan sebagai Wakil Sekjen MES,” ujar Esti.
Susunan kepengurusan yang baru diharapkan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Posisi Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian dipandang strategis untuk menjembatani hubungan antara pemerintahan, pelaku usaha, dan koperasi.
Peran MES dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
Menurut Estiana, MES harus mampu mewujudkan kepemimpinan yang kolaboratif untuk membangun ekonomi syariah yang berdaya saing. Organisasi ini diharapkan menjadi penggerak utama literasi keuangan syariah di tingkat nasional.
Estiana menegaskan pentingnya dampak luas dari kebijakan dan program MES bagi masyarakat luas. Salah satu target MES adalah mendorong terbentuknya Badan Ekonomi Syariah yang mampu memayungi berbagai inisiatif ekonomi berbasis syariah.
Fokus pada Koperasi dan Ketahanan Pangan Daerah
Perempuan asal Bandung tersebut juga menaruh perhatian khusus pada penguatan koperasi binaan MES di Jawa Barat. Ia berharap koperasi ini dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui dukungan terhadap petani dan pelaku usaha mikro.
“Insya Allah koperasi MES sangat membantu petani teh, sayur, dan juga buat mahasiswa yang mau magang untuk belajar bertani,” kata Estiana. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut juga berkontribusi pada ketahanan pangan khususnya di Jawa Barat.
Sinergi dengan Kebijakan Nasional
Pengurus baru MES diharapkan dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor UMKM dan koperasi. Langkah ini dinilai sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui pengembangan sektor riil.
Para pengamat menyebut kolaborasi antara MES, kementerian terkait, dan pelaku usaha dapat mempercepat adopsi produk dan layanan keuangan syariah. Peningkatan literasi dan akses pasar menjadi kunci agar program-program tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski memiliki potensi besar, pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan koperasi menghadapi tantangan seperti kapasitas manajemen dan akses pembiayaan. Oleh karena itu, peran MES dalam memberikan pelatihan, pendampingan, dan jejaring pasar dinilai sangat penting.
Harapan pengurus baru adalah membangun ekosistem yang inklusif sehingga pelaku ekonomi kecil mampu naik kelas. Dengan dukungan kebijakan, teknologi, dan akses modal yang lebih baik, program MES diharapkan memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Penekanan pada pengembangan koperasi di wilayah seperti Jawa Barat juga menjadi contoh upaya konkret yang diharapkan dapat direplikasi di daerah lain. Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan diukur dari peningkatan kesejahteraan petani, pelaku usaha mikro, dan partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian dan ekonomi syariah.





