Pemerintah Vietnam Persiapkan Ho Chi Minh Jadi Metropolis 2075, Memanas Persaingan Investasi!

Jakarta, Maret.id — Ho Chi Minh City, pusat ekonomi di selatan Vietnam, ditargetkan berkembang menjadi sebuah metropolis global yang cerdas dan modern pada 2075 berdasarkan resolusi terbaru yang dikeluarkan oleh Biro Politik Partai Komunis Vietnam. Visi tersebut mencakup transformasi menyeluruh yang berupaya menempatkan kota ini setara dengan kota-kota maju di dunia.
Ambisi Jangka Panjang
Resolusi itu menetapkan kerangka waktu strategis yang membentang hingga pertengahan abad untuk mewujudkan kemajuan infrastruktur, teknologi, dan tata kelola kota. Target 2075 dipilih bertepatan dengan momentum peringatan 100 tahun pembebasan wilayah selatan dan reunifikasi nasional.
Target Ekonomi dan Pertumbuhan
Dalam kerangka ekonomi, Ho Chi Minh City diarahkan untuk mempertahankan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahunan tidak kurang dari 6 persen selama periode 2046–2075. Proyeksi ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan taraf hidup serta memperkuat posisi kota sebagai motor ekonomi nasional.
PDRB Per Kapita dan Standar Hidup
Salah satu sasaran kuantitatif yang dicantumkan adalah pencapaian PDRB per kapita minimal 100.000 dolar AS pada 2075. Angka tersebut dimaksudkan sebagai tolok ukur meningkatnya produktivitas, inovasi, dan daya saing sektor-sektor strategis kota.
Pembangunan Berkelanjutan dan Ketahanan Iklim
Resolusi menekankan pentingnya pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian integral dari transformasi kota. Peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim menjadi prioritas untuk menghadapi risiko banjir, peningkatan permukaan laut, dan bencana terkait cuaca ekstrem.
Infrastruktur, Teknologi, dan Tata Kelola
Rencana pengembangan mengarahkan investasi besar pada infrastruktur transportasi, energi bersih, dan teknologi informasi untuk mendukung konsep kota cerdas. Selain itu, reformasi tata kelola daerah disoroti sebagai elemen penting agar implementasi kebijakan berjalan efektif dan akuntabel.
Dampak terhadap Warga dan Dunia Usaha
Transformasi yang direncanakan diproyeksikan membawa manfaat ekonomi bagi warganya melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan layanan publik. Namun, keberhasilan program juga bergantung pada kemampuan mengelola tekanan urbanisasi serta pemerataan hasil pembangunan.
Periode jangka panjang yang ditetapkan diharapkan memberi ruang bagi perencanaan detail, pelaksanaan bertahap, dan evaluasi berkala. Pengawasan pelaksanaan kebijakan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dianggap krusial untuk mengurangi risiko kegagalan proyek skala besar.
Secara keseluruhan, visi ini menempatkan Ho Chi Minh City pada jalur ambisius untuk menjadi pusat ekonomi yang lebih kompetitif, ramah lingkungan, dan tahan terhadap tantangan iklim di masa depan. Realisasi target-target tersebut akan menentukan peran kota ini dalam arsitektur ekonomi regional dan global pada paruh kedua abad ini.





