Usai Ditahan Israel, 9 WNI Relawan Gaza Tiba, Memanas Hubungan Diplomatik!

Jakarta, Maret.id — Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan kemanusiaan armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 dan sempat diintersep militer Israel tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) sore.
Kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta
Kesembilan relawan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 16.00 WIB setelah perjalanan dari Turki yang menjadi titik penjemputan dari Pelabuhan Ashdod, Israel.
Setelah melalui pemeriksaan imigrasi, para relawan disambut oleh keluarga dan sejumlah masyarakat yang membawa bendera serta mengenakan keffiyeh sebagai bentuk solidaritas kepada warga Palestina.
Respon Pemerintah dan Sambutan Menteri
Mereka disambut satu per satu oleh Menteri Luar Negeri Sugiono yang hadir di lokasi penjemputan dan menyatakan rasa syukur atas kembalinya para WNI dengan selamat.
“Kami bersyukur atas izin Tuhan Yang Mahakuasa dan upaya koordinasi untuk memulangkan saudara-saudara kita, Alhamdulillah pada sore hari ini kesembilan saudara kita tiba dengan selamat di tanah air,” ujar Sugiono kepada wartawan.
Koordinasi Internasional dan Penghargaan
Sugiono menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir atas bantuan mereka, khususnya peran Turki dalam proses penjemputan dari pelabuhan di Israel.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan dukungan Komisi I DPR RI yang membantu upaya diplomasi untuk pembebasan WNI tersebut.
Pemerintah Indonesia menegaskan posisi yang keras terhadap tindakan intersepsi tersebut dan menyatakan tidak akan membiarkan pelanggaran hukum internasional berlangsung tanpa respons.
Sugiono menyebut para relawan merupakan warga sipil yang membawa bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza dan menyatakan kecaman Indonesia yang telah disampaikan di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu.
Tujuan Misi dan Latar Belakang Insiden
Armada Global Sumud Flotilla 2026 dikabarkan berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap warga Palestina.
Namun, rombongan tersebut mengalami intersepsi oleh militer Israel saat berlayar, yang kemudian berujung pada penahanan sementara sejumlah relawan asing, termasuk WNI.
Berikut daftar sembilan WNI yang sempat ditahan militer Israel menurut laporan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI):
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) — Kapal Zapyro.
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) — Kapal Zapyro.
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) — Kapal Josef.
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) — Kapal Kasr-1.
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) — Kapal Kasr-1.
6. Bambang Noroyono (Republika) — Kapal BoraLize.
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) — Kapal Ozgurluk.
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) — Kapal Ozgurluk.
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) — Kapal Ozgurluk.
Pihak keluarga dan organisasi kemanusiaan yang tergabung dalam GPCI menyatakan lega atas kembalinya para relawan dan berterima kasih atas dukungan publik serta upaya diplomasi yang telah dilakukan.
Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memperkuat upaya perlindungan WNI di luar negeri apabila diperlukan.





