Dunia

Gempa Susulan Guncang Venezuela, Ekonomi Anjlok, 1.450 Tewas dan 12.000 Mengungsi!

Jakarta, Maret.id — Gelombang gempa susulan terus mengguncang Venezuela setelah dua gempa kuat melanda pada 24 Juni 2026, dengan sekitar 500 gempa susulan tercatat hingga Senin (29/6/2026), menurut pernyataan Koordinator Residen PBB untuk Venezuela Gianluca Rampolla Del Tindaro.

Rangkaian gempa besar dan susulan

Dua gempa utama berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela dalam selang waktu yang berdekatan pada Rabu, 24 Juni 2026. Del Tindaro menyebutkan gempa susulan terbaru berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi pada dini hari Senin, menambah ketidakpastian di wilayah terdampak.

Wilayah terdampak paling parah

Menurut pernyataan PBB, tujuh negara bagian dilaporkan terdampak oleh rangkaian gempa tersebut. Daerah La Guaira dan Distrik Ibu Kota Caracas disebut mengalami dampak paling parah, dengan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur.

Kerusakan mencakup hampir 400 bangunan rumah tinggal yang runtuh atau hancur berat. Sejumlah fasilitas umum dan rumah sakit juga dilaporkan mengalami kerusakan sehingga memperberat respons medis dan evakuasi.

Korban jiwa dan pengungsi

Data resmi terakhir menunjukkan korban tewas meningkat menjadi 1.450 orang akibat gempa itu. Selain itu lebih dari 3.100 orang dirawat di rumah sakit, sementara sekitar 12.000 warga mengungsi ke lokasi penampungan darurat.

Angka-angka tersebut diperkirakan masih dapat berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Pihak berwenang menyoroti risiko dan kebutuhan segera terkait layanan perawatan, air bersih, dan sanitasi di kamp-kamp pengungsian.

Respons PBB dan pemerintah Venezuela

PBB dan pemerintah Venezuela sepakat mengambil langkah antisipatif dengan pengadaan 10.000 kantong jenazah untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan korban. Del Tindaro menegaskan tim kemanusiaan masih beroperasi dalam lingkungan berisiko tinggi dan bekerja untuk memperkuat akses bantuan.

Operasi pencarian dan bantuan menghadapi kendala akibat infrastruktur yang rusak dan kondisi medan, sehingga distribusi logistik ke kawasan terdampak memerlukan koordinasi internasional. Pihak PBB juga mengingatkan perlunya dukungan medis, peralatan penyelamatan, serta bantuan kemanusiaan yang cepat.

Tantangan pemulihan jangka panjang

Selain penanganan darurat, proses pemulihan diperkirakan memerlukan bantuan besar untuk rehabilitasi perumahan dan infrastruktur publik. Pemerintah lokal dan mitra kemanusiaan dihadapkan pada tantangan pembiayaan, rekonstruksi, dan pemulihan layanan dasar bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Situasi di lapangan tetap dinamis dan berisiko, sehingga laporan resmi tentang jumlah korban dan kerusakan kemungkinan akan mengalami pembaruan. Pemerintah Venezuela bersama organisasi internasional diminta mempercepat evaluasi kebutuhan serta menyiapkan rencana pemulihan jangka menengah dan panjang.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button