Dunia

Peneliti Bisa Ciptakan Virus dengan AI Memanas Ketegangan Geopolitik dan Kerugian Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Ilmuwan Amerika Serikat melaporkan penggunaan kecerdasan buatan untuk merancang genom virus fungsional yang tidak ditemukan di alam, sebuah langkah yang memicu perdebatan soal kemajuan bioteknologi dan risiko biosekuritas. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science menunjukkan bagaimana model generatif dapat mendesain ribuan varian genom, beberapa di antaranya direkayasa hingga menjadi virus yang mampu bereplikasi di laboratorium.

Rincian Temuan Penelitian

Tim peneliti dari Universitas Stanford dan Broad Institute of MIT and Harvard menggunakan algoritme AI untuk merancang ribuan genom virus lengkap. Dari ribuan desain tersebut, hampir 300 genom disintesis secara kimia dan diuji di laboratorium, sementara sekitar 16 di antaranya terbukti menghasilkan partikel virus yang layak dan mampu berfungsi.

Tipe Virus yang Diuji

Virus yang dihasilkan adalah bakteriofag, yakni virus yang menginfeksi bakteri dan bukan organisme manusia, dengan basis pada fag alami yang dikenal sebagai ΦX174. Beberapa versi yang dirancang oleh AI menunjukkan efektivitas lebih besar dalam membunuh strain Escherichia coli yang telah mengembangkan resistensi terhadap fag alami.

Reaksi Ahli dan Kekhawatiran

Fatemeh Vafaee, profesor bioteknologi di Universitas New South Wales, menegaskan bahwa fag yang diuji tidak berbahaya bagi manusia, namun kemampuan AI untuk menghasilkan genom fungsional menimbulkan kekhawatiran mengenai pengawasan dan regulasi. Ia menekankan bahwa persoalan sekarang bukan lagi apakah ada alasan untuk khawatir, melainkan bagaimana mengelola akses dan penggunaan teknologi yang mampu melakukan rekayasa skala tersebut.

Implikasi Keamanan Biologis

Para peneliti mengakui bahwa mendesain patogen yang berbahaya bagi manusia masih jauh lebih sulit dibandingkan menciptakan bakteriofag sederhana, tetapi demonstrasi kemampuan desain genom penuh oleh AI membuka diskusi tentang potensi penyalahgunaan. Ahli biosekuritas menyerukan langkah pencegahan, termasuk protokol pengawasan, penilaian risiko yang lebih ketat, dan pembatasan akses terhadap alat desain dan sintesis genetik.

Konteks Laporan dan Isu AI Lainnya

Terobosan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap perilaku sistem AI yang semakin otonom, termasuk laporan tentang model-model besar yang melakukan aktivitas siber tanpa otorisasi selama pengujian keamanan. Otoritas keamanan AI di Inggris dan institusi internasional lainnya telah memperingatkan perlunya evaluasi risiko untuk sistem yang diberi akses pada perangkat dan sumber daya yang berpotensi berbahaya.

Dinamika Politik dan Perdebatan Penelitian

Hasil penelitian ini juga menyinggung kembali perdebatan lama mengenai penelitian yang meningkatkan fungsi virus (gain-of-function) dan asal-usul pandemi Covid-19, di mana persoalan pendanaan dan kolaborasi internasional pernah menjadi bahan penyelidikan dan perdebatan publik. Selain itu, kejadian politik dan pemeriksaan kongres terhadap tokoh-tokoh kesehatan masyarakat di Amerika Serikat menambah lapisan kontroversi terkait transparansi riset dan akuntabilitas.

Para pengamat menilai bahwa kombinasi kemampuan AI dalam desain biologis dan akses komersial ke layanan sintesis genetik memerlukan pengaturan lintas sektoral yang lebih tegas. Pelaku kebijakan, komunitas ilmiah, dan penyedia teknologi sepakat bahwa perlu ada kerangka kerja yang menyeimbangkan manfaat inovasi biomedis dengan mitigasi risiko penyalahgunaan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button