Trump Dituding Sampaikan Klaim Palsu soal Perang Iran, Harga Minyak Melejit!

Jakarta, Maret.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan yang dipertanyakan mengenai konflik dengan Iran dalam konferensi pers pada Rabu (2/9/2026).
Presiden Trump menyatakan bahwa Iran tidak menguasai Selat Hormuz dan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan sejumlah radar Iran.
Klaim Trump Dipersoalkan
Ali Akbar Dareini dari Center for Strategic Studies menilai pernyataan Trump berisi klaim yang keliru dan berulang.
Dareini menyatakan bahwa banyak pernyataan yang disampaikan oleh Presiden tersebut tidak mencerminkan fakta di lapangan.
Pertanyaan tentang Kontrol Selat Hormuz
Dareini mempertanyakan mengapa kapal-kapal perang Amerika Serikat tidak berani mendekati Selat Hormuz jika klaim penguasaan jalur pelayaran itu benar.
Menurutnya, fakta adanya serangan militer oleh Amerika Serikat terhadap Iran justru menunjukkan bahwa Iran masih memegang kendali kuat atas kawasan strategis tersebut.
Impak Klaim terhadap Situasi Militer
Pengamat menyebut klaim yang tidak konsisten berpotensi memperkeruh situasi dan menimbulkan kebingungan di kalangan sekutu.
Klaim soal penghancuran radar juga berimplikasi pada persepsi kemampuan militer kedua negara di mata internasional.
Sikap Pemerintah Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi negaranya terhadap Iran belum selesai dan tetap menjadi prioritas kebijakan luar negeri Tel Aviv.
Netanyahu menyatakan semua sistem yang berada di bawah arahannya bekerja untuk menekan rezim Iran hingga terjadi perubahan yang diinginkan oleh pemerintahnya.
Peran dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain
Meskipun Israel menegaskan komitmennya terhadap tekanan terhadap Iran, negara itu disebut tidak diyakini terlibat dalam bentrokan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Para analis menilai klaim mengenai keterlibatan pihak ketiga perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut untuk menghindari salah tafsir.
Kondisi di kawasan Teluk tetap tegang menyusul pernyataan dan aksi militer yang saling klaim oleh kedua pihak.
Para pengamat menekankan pentingnya verifikasi independen atas klaim-klaim di medan konflik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.





