Trump Mendesak Ganti Nama New Mexico Jadi New America, Memanas Hubungan Diplomatik!

Jakarta, Maret.id — Presiden AS Donald Trump memicu reaksi keras setelah mengunggah usulan di platform media sosial untuk mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi “New America”, yang dinilai oleh pemimpin lokal sebagai serangan terhadap identitas sejarah daerah tersebut.
Reaksi Pemimpin New Mexico
Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham menyatakan bahwa nama New Mexico tidak perlu diperdebatkan karena sudah ada jauh sebelum pembentukan negara Amerika Serikat.
Ia menegaskan lewat unggahan di X bahwa sementara Gedung Putih sibuk dengan perubahan peta, Nuevo Mexico tetap menjalankan tugas-tugas pemerintahan untuk rakyatnya.
Sikap Tokoh Partai Demokrat dan Republik
Politikus Partai Demokrat Deb Haaland, yang dikenal secara luas, juga menolak usulan perubahan nama itu dan mendesak penghormatan terhadap sejarah lokal.
Menariknya, penolakan tidak hanya datang dari pihak Demokrat; lawan dari Partai Republik, Gregg Hull, juga menegaskan bahwa identitas negara bagian tidak bisa dinegosiasikan.
Unggahan Trump dan Bukti Visual
Dalam serangkaian unggahan di Truth Social sepanjang akhir pekan, Trump memuat gambar-gambar yang menggambarkan New Mexico diberi label “New America”.
Salah satu gambar yang beredar disebut sebagai hasil kecerdasan buatan, memperlihatkan sosok Trump memasang papan bertuliskan “New America” di atas papan tanda “Welcome to New Mexico”.
Konten dan Klaim dalam Unggahan
Trump menulis bahwa ada saran untuk mengubah nama New Mexico karena menurutnya negara bagian itu terkait dengan “kecurangan pemilu terbesar sepanjang masa”.
Pernyataan tersebut memicu kecaman dari sejumlah politisi yang menilai tuduhan itu tidak berdasar dan merendahkan martabat institusi lokal.
Dukungan dari Legislator Federal
Senator AS Martin Heinrich menegaskan melalui akun X bahwa beberapa nama geografis, termasuk Gulf of Mexico, Lake Ontario, dan New Mexico, akan selalu disebut sesuai nama aslinya.
Senator Ben Ray Luján menanggapi dengan keras, menyebut bahwa “Ini New Mexico, selalu begitu dan akan selalu begitu,” sambil menyinggung kredibilitas pengunggah dengan istilah bernuansa kritik.
Respons Anggota DPR
Anggota DPR Melanie Stansbury juga mengecam unggahan tersebut dan mendesak penghormatan terhadap sejarah serta identitas komunitas di New Mexico.
Para perwakilan federal dari New Mexico menilai isu nama ini lebih dari sekadar simbol; ia menyentuh akar budaya dan warisan wilayah yang berakar kuat pada warisan Hispano dan penduduk asli.
Latar Sejarah dan Geografi New Mexico
New Mexico merupakan negara bagian ke-47 yang bergabung ke dalam serikat pada tahun 1912, dengan ibu kota Santa Fe dan kota terbesar Albuquerque.
Wilayah ini terletak di barat daya Amerika Serikat dan berbatasan langsung dengan negara Meksiko serta negara bagian Texas, Arizona, Colorado, dan Utah.
Makna Nama dan Identitas Lokal
Nama New Mexico memiliki akar sejarah yang panjang dan terkait dengan masa ketika pengaruh bahasa dan budaya Spanyol kuat di wilayah tersebut.
Bagi banyak penduduk New Mexico, nama itu tidak sekadar label geografis tetapi lambang warisan budaya yang harus dihormati oleh pejabat nasional.
Permasalahan ini memperjelas ketegangan antara gagasan politik nasional dan sensitivitas lokal mengenai simbol identitas; para pemimpin New Mexico menegaskan bahwa perubahan nama bukanlah prioritas dan tidak dapat diputuskan berdasarkan unggahan media sosial.
Sementara itu, perdebatan yang timbul juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang bagaimana wacana publik dan narasi sejarah dipengaruhi oleh kanal digital di era informasi saat ini.





