Dunia

Kemenko Perekonomian Gandeng Pemerintah China Tingkatkan Negosiator Ekonomi, Waspada Dampak Perdagangan!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjalin kerja sama dengan Pemerintah China untuk meningkatkan kapasitas aparatur negara di bidang negosiasi ekonomi internasional. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan diplomasi ekonomi yang dinilai krusial bagi agenda pemulihan dan percepatan pertumbuhan nasional.

Kebijakan ini juga dihubungkan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Kemenko Perekonomian menyatakan peningkatan kualitas SDM negosiator merupakan elemen pendukung utama untuk mencapai target tersebut.

Kerja Sama Pemerintah-ke-Pemerintah

Kerja sama antarpemerintah (government-to-government) dilakukan dengan Ministry of Commerce Republik Rakyat Tiongkok (MOFCOM). Bentuknya adalah program pelatihan bertajuk Seminar on Enhancing Negotiation Capacity and Skills for Indonesian Officials yang mendapat dukungan teknis dari pihak China.

Program ini berupa hibah bantuan teknis dan diselenggarakan oleh Academy for International Business Officials (AIBO) di China selama 14 hari. Peserta diharapkan mengikuti rangkaian materi intensif yang disiapkan untuk memperkuat keterampilan negosiasi lintas budaya dan teknis.

Peserta dan Acara Pelepasan

Sebanyak 32 pegawai bersama dua pejabat pimpinan tinggi resmi diberangkatkan dalam acara pelepasan yang digelar di Jakarta pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong, serta Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi.

Dalam sambutannya, Susiwijono menekankan pentingnya pola pikir inovatif bagi para aparatur saat menghadapi perundingan internasional. Ia mengingatkan agar peserta tidak terjebak pada pendekatan “business as usual” dan mampu menghasilkan terobosan yang mempercepat program pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Materi Pelatihan dan Harapan

Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi, menjelaskan materi pelatihan meliputi psikologi negosiasi, komunikasi lintas budaya, negosiasi tarif dan perdagangan bebas, penyelesaian sengketa, serta isu e-commerce. Menurut Edi, rangkaian materi tersebut relevan langsung dengan tugas kedeputian dalam menyiapkan dan menjalankan perundingan kerja sama ekonomi internasional.

Edi menilai penugasan ini sebagai bentuk investasi institusi untuk memperkuat kapasitas negosiasi negara dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Penilaian tersebut menegaskan orientasi jangka panjang pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia diplomat ekonomi.

Respon China dan Kaitan Strategis

Duta Besar Wang Lutong menyambut baik kerja sama pengembangan SDM sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan China. Ia menyebut kolaborasi meliputi berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, hilirisasi industri, transisi energi, dan teknologi yang saling melengkapi.

Wang menekankan kemampuan negosiasi yang kuat menjadi fondasi terciptanya kesepakatan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Ia berharap dialog dan pelatihan semacam ini memperdalam kepercayaan serta membuka peluang kerja sama yang lebih terstruktur dan produktif dalam jangka panjang.

Implementasi dan Dampak dalam Negeri

Sekretaris Kemenko Perekonomian juga meminta agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta dikembalikan ke organisasi melalui penyusunan kajian, diseminasi internal, serta pengembangan kader negosiator masa depan. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan transfer pengetahuan tidak berhenti pada tingkat individu tetapi berdampak pada kapabilitas kelembagaan.

Dengan penguatan kapasitas negosiator, pemerintah menaruh harapan agar posisi tawar Indonesia dalam perundingan ekonomi internasional menjadi lebih kuat. Jika dilaksanakan konsisten, upaya ini diharapkan memberi kontribusi konkret terhadap target pertumbuhan dan penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di panggung global.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button