Waspada: Prabowo Yakin Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Keempat, Memicu Ketegangan Global!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme besar mengenai prospek ekonomi nasional saat berpidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pidato tersebut disampaikan di hadapan anggota DPR dan pimpinan lembaga tinggi negara dengan tema utama ketahanan dan prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Prabowo, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, menekankan bahwa sejumlah lembaga analisis internasional memproyeksikan lonjakan posisi ekonomi Indonesia dalam dua dekade mendatang.
Optimisme di Rapat Paripurna
Menurut Presiden, ketangguhan ekonomi Indonesia terbukti saat deretan krisis global mengguncang banyak negara, namun kondisi domestik relatif terjaga.
Dia mengingatkan publik untuk menanggapi informasi positif itu dengan kepala dingin dan menghindari euforia berlebihan.
Prabowo menyatakan, “Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, Indonesia masih tenang,” dan menegaskan pentingnya sikap rendah hati dalam kondisi yang lebih baik.
Pesan itu ditujukan kepada pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar terus memperkuat fondasi ekonomi tanpa terlena oleh prediksi positif.
Proyeksi Ekonomi Menuju 2045
Dalam pidatonya, Prabowo merujuk pada kalkulasi para pakar dan institusi ekonomi internasional yang menaksir Indonesia berpotensi menjadi ekonomi keempat atau kelima terbesar dunia pada 2045.
Ia menyebut bahwa proyeksi tersebut menunjukkan kemungkinan Indonesia menyalip beberapa negara maju Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Italia jika tren positif terus berlanjut.
Presiden menegaskan bahwa angka-angka itu bukan klaim politis semata melainkan hasil kajian objektif pengamat luar negeri, namun Pemerintah tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga secara merata.
“Ini bukan saya mengatakan, saya sendiri tidak pernah bermimpi berharap ya. Kita hanya ingin hidup layak,” ujarnya sebagai penegasan bahwa kesejahteraan rakyat tetap menjadi fokus utama kebijakan.
Tantangan dan Kewajiban Kebijakan
Prabowo menggarisbawahi bahwa untuk merealisasikan proyeksi tersebut dibutuhkan kebijakan berkelanjutan di bidang investasi, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia menyoroti pentingnya stabilitas fiskal, iklim usaha yang kondusif, serta reformasi pendidikan dan pelatihan vokasional untuk mendukung produktivitas nasional.
Selain itu, Presiden mengingatkan perlunya pemerataan hasil pembangunan agar pertumbuhan tidak hanya bersifat kuantitatif tetapi juga inklusif.
Pemerintah diharapkan meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga serta memperkuat sinergi dengan daerah untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan luas.
Pesan Untuk Bangsa
Dalam penutup pidatonya, Prabowo kembali menekankan sikap tenang dan disiplin sebagai modal utama menghadapi tantangan global dan domestik.
Ia meminta semua elemen bangsa untuk bekerja sama menjaga momentum positif tanpa terjebak pada kebanggaan berlebihan yang bisa mengabaikan risiko yang ada.
Rapat Paripurna ke-19 DPR RI ini menjadi momen bagi Presiden untuk memaparkan visi ekonomi jangka panjang sekaligus mengajak parlemen mendukung kebijakan strategis.
Komentar dan tanggapan dari fraksi-fraksi DPR diperkirakan akan mengisi agenda pembahasan berikutnya terkait langkah-langkah konkret yang perlu diambil pemerintah dan legislatif.
Pesan utama yang tersisa adalah bahwa meskipun proyeksi internasional memberi harapan besar, pencapaian target memerlukan kerja keras, kebijakan tepat, dan konsistensi antarlembaga.
Dengan demikian, janji kemajuan ekonomi harus dibarengi komitmen nyata untuk memperbaiki kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat.





