IRGC Nyatakan Penarikan Pasukan AS dari Irak Kemenangan Bersejarah, Memanas Kawasan!

Jakarta, Maret.id — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak sebagai sebuah “kemenangan bersejarah” dan mendesak agar Washington mengakhiri kehadiran militernya di kawasan Asia Barat. Pernyataan itu dilontarkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, dan memuat seruan agar negara-negara setempat mengambil alih urusan keamanan regional tanpa campur tangan militer asing.
Isi Pernyataan IRGC
IRGC menilai kehadiran militer AS selama beberapa dekade justru memperburuk kondisi keamanan di wilayah tersebut. Mereka menuduh bahwa intervensi asing menjadi sumber ketidakstabilan, terorisme, dan kekerasan yang berkepanjangan.
Organisasi militer Iran itu mengatakan pengalaman dua dekade intervensi menunjukkan kegagalan Washington dalam menciptakan ketentraman. IRGC menegaskan bahwa pendudukan dan operasi militer AS tidak menghasilkan stabilitas yang berarti bagi negara-negara di Asia Barat.
Beban Manusia dan Biaya Finansial
Dalam pernyataannya, IRGC merujuk pada angka korban jiwa dan besaran biaya yang menurut mereka menjadi bukti kegagalan intervensi. Mereka menyebut sekitar 5.000 personel AS tewas dan biaya operasi mencapai sekitar US$4 triliun, angka yang diklaim berdasar catatan yang disebut-sebut berasal dari pihak AS.
IRGC menambahkan bahwa angka korban dan biaya tersebut belum mencerminkan beban sosial dan ekonomi yang ditanggung oleh masyarakat lokal. Pernyataan itu juga menyebut bahwa kebencian dan kemarahan publik di negara seperti Irak mencapai puncaknya sebelum penarikan pasukan.
Tuntutan Pengelolaan Keamanan oleh Negara-Negara Regional
IRGC menegaskan bahwa keamanan kawasan seharusnya dikelola oleh negara-negara Asia Barat sendiri tanpa campur tangan militer asing. Mereka mendorong pembentukan mekanisme keamanan regional yang berbasis pada kedaulatan dan kerja sama antarnegara setempat.
Seruan agar AS meninggalkan kawasan juga disertai himbauan agar aktor-aktor regional bekerja sama untuk mencegah kekosongan keamanan yang dapat dimanfaatkan kelompok bersenjata. IRGC menyoroti pentingnya koordinasi politik dan militer antarnegara di wilayah itu.
Reaksi Potensial dan Dampak Regional
Penarikan pasukan asing dari sebuah kawasan yang sarat konflik berpotensi membuka peluang perubahan aliansi dan dinamika keamanan. Para pengamat menilai bahwa kekosongan yang ditinggalkan dapat diisi oleh aktor regional maupun kelompok non-negara, tergantung pada respons politik dan militer di tingkat lokal.
IRGC melihat momentum penarikan ini sebagai kesempatan untuk mengakhiri dominasi pengaruh eksternal dan memperkuat otoritas pemerintah serta kekuatan regional. Namun, jalan menuju stabilitas jangka panjang menurut berbagai pihak masih penuh tantangan dan memerlukan komitmen serta mekanisme yang jelas.
IRGC menyerukan agar penarikan tersebut menjadi titik tolak bagi solusi politik dan keamanan yang lebih adil serta berkelanjutan di Asia Barat. Pernyataan resmi dari pihak lain terkait perkembangan ini belum tercantum di dalam pernyataan IRGC, sehingga reaksi dari Washington dan pemerintah regional masih perlu dipantau.





