Dunia

Houthi Klaim Hentikan Serangan Pasukan Pemerintah Yaman di al

Jakarta, Maret.id — Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menghentikan pergerakan pasukan pemerintah di Provinsi al-Jawf melalui serangan rudal balistik dan serangan udara menggunakan pesawat tak berawak, demikian pernyataan yang disampaikan juru bicara militer Houthi, Yahya Saree. Klaim itu menyebutkan puluhan korban dan kerusakan pada sejumlah kendaraan militer, namun informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh lembaga internasional atau pihak ketiga.

Rincian Klaim Serangan

Yahya Saree mengatakan serangan dilancarkan pada beberapa titik strategis untuk menggagalkan upaya pemerintahan pusat dalam memperluas kendali wilayah. Pernyataan Houthi juga menyebut penggunaan kombinasi rudal balistik dan drone untuk menyerang konvoi serta pos-pos militer di al-Jawf.

Pihak Houthi menegaskan bahwa operasi itu berhasil menimbulkan kerugian material pada pihak yang menyerang, meskipun tidak merinci jenis dan jumlah kendaraan yang hancur. Sumber independen dan lembaga bantuan internasional masih menunggu akses ke wilayah terdampak untuk melakukan verifikasi atas klaim tersebut.

Situasi Perang di Taiz

Sementara itu, di Provinsi Taiz, intensitas pertempuran dilaporkan meningkat di beberapa front, termasuk wilayah pedesaan selatan dan pegunungan sekitar kota. Pusat media kelompok yang bersekutu dengan pemerintah setempat melaporkan beberapa bentrokan sengit yang mencakup daerah Gunung Habashi dan beberapa front di sekitar pusat kota.

Laporan lokal juga menyebut serangan udara yang menargetkan Gunung Matran di kawasan Uzlat al-Qudus, Distrik al-Mawasit, yang berada di selatan Taiz. Dalam pernyataan terpisah, pihak yang bersekutu dengan pemerintahan Yaman mengklaim berhasil menggagalkan serangan Houthi di front al-Salw dengan menewaskan 12 pejuang Houthi dan melukai sejumlah lainnya.

Dampak Kemanusiaan dan Kekhawatiran Internasional

Kenaikan eskalasi tempur ini dikhawatirkan akan memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang sudah lama terdampak perang, termasuk meningkatnya pengungsian dan terganggunya akses layanan dasar. Organisasi kemanusiaan internasional terus memperingatkan bahwa setiap peningkatan pertempuran akan menambah beban terhadap fasilitas kesehatan dan distribusi bantuan di kawasan terdampak.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi dari pemerintahan Yaman atau pihak militer resmi mengenai klaim korban dan kerusakan yang diajukan Houthi, dan pihak PBB bersama beberapa organisasi non-pemerintah menyerukan pemeriksaan independen. Sementara itu, warga sipil yang tinggal di daerah konflik melaporkan ketakutan berlanjut dan gangguan pada aktivitas sehari-hari akibat keberlangsungan operasi militer.

Respons dan Potensi Perkembangan

Pemerintah Yaman sebelumnya menyatakan telah memulai operasi militer terbaru pada Minggu dengan tujuan merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi di berbagai bagian negara. Para analis memperingatkan bahwa operasi darat besar-besaran dapat memicu pembalasan yang meningkatkan risiko korban sipil dan memicu lebih banyak perpindahan penduduk.

Situasi di lapangan tetap dinamis dan rawan perubahan cepat, sehingga pengamatan lebih lanjut dari pihak independen serta laporan lapangan yang diverifikasi diperlukan untuk mendapatkan gambaran lengkap. Komunitas internasional diminta untuk memantau perkembangan dan mendukung upaya diplomasi serta bantuan kemanusiaan guna meredam eskalasi konflik dan dampak terhadap warga sipil.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button