Dunia

Perubahan Iklim Berpotensi Pangkas Produksi Padi, Jagung, Tebu, Harga Pangan Melejit!

Jakarta, Maret.id — Perubahan iklim diproyeksikan akan mengurangi produksi tanaman pangan utama di seluruh Asia Tenggara, dengan padi, jagung, dan tebu menghadapi penurunan menurut sebuah studi yang dirilis oleh Badan Pangan Singapura dan Universitas Nasional Singapura.

Proyeksi Penurunan Produksi

Studi ASEAN Agri Climate Impact Twenty memperkirakan produksi padi rata-rata akan menurun sebesar 3 hingga 5 persen antara 2025 dan 2044. Produksi jagung diproyeksikan turun 5 hingga 6 persen, sementara tebu bisa menyusut antara 1 hingga 4 persen.

Peningkatan pada Komoditas Tertentu

Sebaliknya, beberapa komoditas justru diperkirakan mengalami peningkatan output dalam skenario perubahan iklim yang dianalisis. Produksi singkong diproyeksikan meningkat sekitar 16 persen dan kedelai diperkirakan naik antara 11 hingga 13 persen.

Variabilitas Iklim dan Risiko Ekstrem

Laporan menekankan bahwa proyeksi rata-rata yang lebih baik untuk beberapa tanaman tidak berarti komoditas tersebut bebas dari risiko iklim. Produksi masih rentan terhadap variabilitas kondisi cuaca tahunan seperti gelombang panas ekstrem, curah hujan tinggi, atau periode kekeringan.

Fenomena El Niño yang kuat disebut dapat menurunkan rata-rata produksi tanaman di seluruh kawasan hingga sekitar 10 persen. Dampak terburuk diperkirakan lebih terasa pada sistem pertanian padi dan pertanian tadah hujan yang bergantung pada pola curah hujan alami.

Dinamika Suhu dan Curah Hujan

Asia Tenggara diperkirakan akan mengalami peningkatan suhu, gelombang panas yang lebih sering dan berkepanjangan, serta curah hujan yang semakin bervariasi. Perubahan ini berpotensi mengganggu ketersediaan air, jadwal penanaman, dan hasil panen di berbagai skala produksi.

Perubahan pola iklim juga dapat memperpanjang musim kering di beberapa wilayah dan mempercepat penguapan pada area yang lebih panas, sehingga tekanan terhadap sumber air irigasi meningkat. Kondisi tersebut menuntut penyesuaian teknis dan manajerial pada praktik pertanian tradisional.

Implikasi Keamanan Pangan

Penurunan produksi komoditas pokok seperti padi dan jagung berimplikasi langsung pada ketahanan pangan nasional dan regional. Tekanan pada pasokan bahan pangan pokok dapat memicu fluktuasi harga dan meningkatkan kerentanan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Di sisi lain, meningkatnya output singkong dan kedelai membuka peluang diversifikasi sumber pangan dan pakan ternak, namun adaptasi rantai pasok dan kebijakan pasar tetap diperlukan. Perubahan komposisi produksi menuntut perencanaan agar hasil produksi baru dapat terserap oleh pasar domestik dan regional.

Upaya Adaptasi dan Kebijakan Publik

Para peneliti merekomendasikan percepatan implementasi praktik pertanian tangguh iklim, termasuk pengembangan varietas tahan panas dan kering, serta peningkatan investasi infrastruktur irigasi. Selain itu, perluasan sistem pemantauan cuaca dan peringatan dini juga penting untuk membantu petani menyesuaikan jadwal tanam.

Kebijakan fiskal dan instrumen manajemen risiko seperti asuransi pertanian, insentif adopsi teknologi, dan kerja sama antarnegara di kawasan menjadi bagian dari solusi yang direkomendasikan. Pendekatan multisektoral di tingkat nasional dan regional dianggap krusial untuk menjaga stabilitas pasokan pangan jangka panjang.

Kesimpulan

Laporan ini memperingatkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian di Asia Tenggara bersifat kompleks dan bervariasi antarwilayah serta komoditas. Langkah adaptasi terpadu dan kebijakan proaktif dianggap mendesak untuk meminimalkan gangguan produksi serta menjaga ketahanan pangan kawasan dalam jangka menengah hingga panjang.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button