Waspada: Klaim Trump Bisa Lumpuhkan Infrastruktur Iran Picu Ketegangan Global!

Jakarta, Maret.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington memiliki kemampuan untuk “menghancurkan seluruh infrastruktur” Iran dengan cepat, seraya menegaskan bahwa ia tidak meremehkan ketahanan Teheran dalam konflik yang berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang menyoroti opsi-opsi militer dan diplomatik terhadap Iran.
Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melakukan serangan yang dianggapnya sangat keras terhadap pihak Iran.
Ancaman terhadap infrastruktur Iran
Trump mengatakan AS dapat melumpuhkan jaringan listrik, jembatan, dan seluruh kapasitas infrastruktur Iran dalam waktu singkat.
“Semuanya bisa dilumpuhkan dalam dua hari,” ujarnya, menekankan kemampuan militer Washington untuk menargetkan berbagai fasilitas kritis.
Ia menyebut bahwa sejauh ini AS memilih untuk membiarkan beberapa fasilitas tetap utuh meski memiliki kapabilitas untuk menyerang.
Klaim tersebut memicu kekhawatiran soal skala dan dampak operasi militer yang jika dilakukan dapat menimbulkan konsekuensi kemanusiaan dan geopolitik.
Selain ancaman militer, Trump mengkritik jalannya negosiasi dengan otoritas Iran yang menurutnya berulang kali gagal memenuhi janji.
“Mereka tadinya akan memberi kami semuanya, semua yang kami inginkan, dan setiap kali mereka membuat kesepakatan, keesokan harinya seolah-olah kami tidak pernah melakukan percakapan itu,” kata Trump, menggambarkan ketidakpastian dalam proses diplomatik.
Ia bahkan menyebut pola tersebut terjadi “sekitar lima kali” dan menyinggung kesalahan di pihak lawan negosiasi dengan kata-kata yang keras.
Kritik ini mencerminkan frustrasi pemerintahan AS terhadap dinamika negosiasi bilateral dan multilateraal sepanjang beberapa tahun terakhir.
Antara eskalasi dan pengekangan diri
Trump menilai pilihan yang tersisa adalah antara eskalasi militer dan pengekangan diri, dan ia menyatakan preferensi untuk menghindari kekerasan.
“Ini bisa berakhir dengan kekerasan atau tanpa kekerasan, dan saya jauh lebih memilih tanpa kekerasan,” ujarnya, menegaskan keinginan untuk solusi damai namun tetap menegaskan kesiapan militer.
Pernyataan itu datang di tengah ketegangan regional yang terus mempengaruhi kestabilan kawasan Timur Tengah dan hubungan Tehran-Washington.
Para pengamat memperingatkan bahwa retorika yang tegas dari Washington dapat mempertinggi ketegangan dan mempengaruhi diplomasi internasional ke depan.
Komentar Trump tentang kemampuan dan niat AS terhadap Iran mencerminkan pendekatan campuran antara tekanan militer dan tuntutan diplomatik.
Bagaimana pernyataan ini akan berdampak pada langkah-langkah kebijakan konkret masih bergantung pada perkembangan politik dan diplomasi dalam beberapa pekan mendatang.





