Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Menjadi Badan Usaha Milik Negara di Sektor Ekspor

Jakarta, Maret.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi mengumumkan perubahan status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Persero. Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan transparansi dalam transaksi ekspor dan mengurangi distorsi data yang mungkin terjadi di sektor perdagangan.
Langkah Strategis untuk Transparansi Ekspor
Perusahaan ini dibentuk sebagai bagian dari inisiatif pemerintah untuk menciptakan sistem ekspor satu pintu, yang mencakup komoditas utama seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan paduan besi atau ferro alloys. Dalam penandatanganan perubahan status yang dilakukan oleh CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, bersama dengan CIO Danantara, Pandu Sjahrir, dan COO, Dony Oskaria, Rosan menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data ekspor.
“Keberadaan kami ini nantinya juga justru ingin lebih menyempurnakan, terutama dari distorsi data ekspor yang mungkin selama ini sudah terjadi,” ungkap Rosan dalam pernyataannya pada 25 Mei 2026. Dengan status baru sebagai BUMN Khusus Ekspor, PT DSI diharapkan dapat mengoptimalkan proses dan mempermudah pengawasan bagi pihak terkait.
Penunjukan Direktur Utama yang Berpengalaman
Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga mengumumkan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Pengalaman luas Thomas di bidang perdagangan, termasuk pengalamannya di PT Vale Indonesia Tbk, memberikan keyakinan bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk memimpin perusahaan dalam menjalankan tugas barunya.
“Dia dinilai mampu memimpin PT DSI. Selain pengalamannya yang solid, dia juga lama tinggal di Indonesia, yang memudahkan dia untuk memahami pasar lokal,” jelas Rosan. Penunjukan ini dianggap penting untuk memastikan bahwa fokus untuk memperbaiki kinerja dan menjalin hubungan yang kuat dengan para pelaku industri dapat tercapai.
Efektivitas di Sektor Perdagangan
Rosan menambahkan bahwa pengalaman Thomas dalam industri mineral dan jaringan yang dimilikinya akan menjadi aset berharga bagi PT DSI. “Kita melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga, dia sangat memahami juga,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mencari pemimpin yang berpengalaman, tetapi juga seseorang yang paham tentang dinamika lokal dan mampu menjalin kerjasama yang baik.
Dengan langkah strategis ini, diharapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia dapat berperan signifikan dalam meningkatkan daya saing komoditas ekspor Indonesia di pasar global. Melalui peningkatan transparansi dan efisiensi, BUMN ini diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.





