Libur Panjang Melesatkan Penumpang Whoosh hingga 95 Ribu Orang!

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 95 ribu penumpang menggunakan layanan kereta cepat Whoosh selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada periode 13-17 Mei 2026, menurut keterangan resmi perusahaan.
Rekor Volume dan Tren Kenaikan
GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari normal.
Selama periode libur panjang, rata-rata volume penumpang mencapai sekitar 20 ribu orang per hari.
Puncak Pergerakan Penumpang
Eva memaparkan bahwa volume tertinggi terjadi pada 13 Mei 2026 dengan 21.601 penumpang dan disusul pada 14 Mei 2026 sebanyak 20.595 penumpang.
Kenaikan pada hari-hari puncak tersebut menjadi indikasi permintaan kuat terhadap moda transportasi cepat antarkota pada masa liburan panjang.
Komposisi Rute dan Dominasi Halim–Padalarang
Relasi Halim–Padalarang tercatat sebagai rute dengan jumlah penumpang tertinggi selama periode tersebut, mencapai 33.399 penumpang.
Sementara relasi Padalarang–Halim melayani 32.839 penumpang dan relasi Halim–Tegalluar melayani 12.321 penumpang.
Relasi Halim–Padalarang pulang pergi menjadi yang paling dominan dengan total 66.238 penumpang atau sekitar 69,7 persen dari total volume perjalanan selama masa libur panjang.
Dominasi rute utama ini menunjukkan preferensi pengguna terhadap konektivitas langsung Jakarta–Bandung melalui layanan kereta cepat.
Permintaan pada Rute Pendek dan Kapasitas Operasional
Di luar rute utama Jakarta–Bandung, sejumlah rute pendek juga menunjukkan tingkat pemanfaatan yang stabil, dengan relasi Halim–Karawang pulang pergi tercatat melayani 2.132 penumpang.
Relasi Padalarang–Tegalluar pulang pergi tercatat melayani 402 penumpang, menandakan adanya permintaan untuk layanan antarstasiun yang lebih pendek.
KCIC menyatakan bahwa sejak mulai beroperasi, jumlah perjalanan Whoosh ditingkatkan secara bertahap hingga saat ini melayani hingga 62 perjalanan per hari.
Peningkatan frekuensi ini menjadi salah satu faktor kapasitas yang memungkinkan penanganan lonjakan penumpang pada periode libur panjang.
Daya Tarik Layanan: Aksesibilitas dan Integrasi Antarmoda
Menurut Eva Chairunisa, peningkatan jumlah penumpang turut didorong oleh peningkatan aksesibilitas dan integrasi antarmoda di sejumlah stasiun Whoosh.
“Penumpang mulai mencoba, menyukai, dan akhirnya rutin menggunakan layanan Kereta Cepat Whoosh. Efisiensi dan kenyamanan menjadi nilai tambah utama,” ujarnya.
Perusahaan juga menilai kepercayaan publik terhadap layanan Whoosh meningkat seiring dengan pengalaman pengguna yang konsisten dan perbaikan konektivitas antarmoda.
Faktor seperti waktu tempuh yang kompetitif, kenyamanan fasilitas, serta keterpaduan dengan moda transportasi lain menjadi pendorong utama adopsi rutin oleh masyarakat.
Strategi Komersial dan Konektivitas Destinasi
KCIC terus menghadirkan inovasi melalui kerja sama dengan destinasi wisata dan layanan intermoda bersama operator transportasi lain untuk meningkatkan nilai tambah layanan.
Pengembangan area komersial di stasiun-stasiun Whoosh juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ekosistem komersial dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Whoosh sebagai moda transportasi andalan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar koridor pelayanan.
Peningkatan layanan dan integrasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mempertahankan tren pertumbuhan permintaan seiring dengan pemulihan dan peningkatan mobilitas masyarakat.





