Infrastruktur Pascareaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung Siap Diterapkan

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kota Bandung memulai persiapan perbaikan infrastruktur terkait reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Tindakan ini diambil berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengaktifkan kembali operasional bandara yang merupakan salah satu gerbang kendaraan udara utama di wilayah Jawa Barat.
Pentingnya Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa instruksi Presiden untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara diterima setelah kunjungan Presiden ke Bandung pada 25 Mei 2026. Farhan menilai reaktivasi ini sebagai momentum yang sangat penting untuk memulihkan pertumbuhan sektor transportasi dan ekonomi di daerah Bandung.
“Setelah kunjungan Presiden ke Kota Bandung, saya sangat bersyukur mendapatkan kabar tentang instruksi reaktivasi ini. Ini adalah langkah yang tepat untuk memajukan kembali sektor transportasi kita,” ujar Farhan. Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam perbaikan infrastruktur bandara adalah pada akses jalan menuju lokasi.
Perbaikan Infrastruktur Sebagai Prioritas
Perbaikan yang diperlukan mencakup jalan masuk, jalan keluar, hingga akses dari arah Tol Pasteur menuju Bandara Husein Sastranegara. Farhan menekankan perlunya koneksi yang baik melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI AU untuk kendaraan. “Kami akan memastikan arus kendaraan menuju bandara menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya,” lanjutnya.
Adapun rampungnya Jalan Layang Nurtanio juga dipandang sebagai keuntungan untuk meningkatkan akses menuju bandara. “Koneksi antara kawasan barat dan timur menuju bandara kini jauh lebih baik,” jelas Farhan.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Di Daerah
Farhan berharap reaktivasi Bandara Husein dapat mengembalikan kejayaan bandara tersebut, yang mana pada tahun 2019 tercatat sebanyak 3,8 juta penumpang baik itu penerbangan domestik maupun internasional. “Kami ingin mengembalikan capaian tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat di Kota Bandung,” kata Farhan optimis.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, juga menyatakan dukungannya terhadap rekayasa penerbangan sipil komersial, yang diharapkan dapat terlaksana tanpa mengganggu operasional pertahanan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati untuk tetap memastikan bahwa kegiatan penerbangan sipil tidak mengurangi standar pertahanan militer.
“Kami menyambut positif rencana pembukaan kembali penerbangan komersial, sementara tetap berpegang pada prinsip bahwa operasional pertahanan TNI Angkatan Udara harus tetap optimal,” ungkap Donny.
Sebagai penutup, pemerintah kota terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur Bandara Husein Sastranegara, yang diharapkan dapat kembali menjadi kebanggaan masyarakat Bandung dan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat. Reaktivasi ini menjadi harapan baru bagi sektor transportasi dan juga bagi masyarakat yang mengandalkan bandara untuk kebutuhan mobilitas mereka.





