BULOG Percepat Kolaborasi Kampus Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan!

Jakarta, Maret.id — Perum BULOG memperkuat kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan melalui edukasi dan dialog bersama generasi muda. Kegiatan bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” digelar di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat, dan melibatkan perwakilan mahasiswa se-Bandung.
Kolaborasi Kampus dan Peran Generasi Muda
Diskusi terfokus tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami mekanisme pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah yang dijalankan BULOG serta peran institusi dalam sistem ketahanan pangan nasional. Kunjungan ke gudang dan fasilitas operasional memungkinkan peserta melihat langsung pengelolaan stok dan standar kualitas beras yang menjadi bagian dari rantai pasok nasional.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif akademisi sebagai sumber pengetahuan, riset, dan inovasi. Menurutnya, kampus memiliki peran kunci dalam mengawal agenda swasembada melalui penelitian dan pengembangan teknologi pertanian serta komunikasi publik yang konstruktif.
Capaian Produksi dan Peringkat Internasional
Berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar, yang menjadi indikator positif bagi penguatan produksi pangan domestik. Pencapaian ini menjadi salah satu landasan dalam memperkokoh kebijakan ketahanan pangan dan menambah momentum bagi upaya peningkatan produktivitas di tingkat petani.
Pemerintah menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap swasembada yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut pada 2025, dan semakin dimantapkan pada 2026 sebagai upaya untuk membangun ketahanan pangan nasional yang lebih andal. BULOG disebut sebagai instrumen negara yang berfungsi menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan melalui pengelolaan cadangan dan intervensi pasar yang terukur.
Data Stok dan Pengadaan
Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,36 juta ton stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton. Angka ini menunjukkan posisi strategis BULOG dalam menjamin ketersediaan cadangan beras untuk kebutuhan pemerintah dan stabilisasi pasokan nasional.
Dari sisi pengadaan, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton, menandakan peran aktif lembaga tersebut dalam menyerap hasil panen petani sekaligus memperkuat stok nasional. Penyerapan ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketersediaan pangan tetapi juga membantu menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.
BULOG juga menginformasikan ketersediaan sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari gudang hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras, yang berfungsi sebagai tulang punggung logistik. Jaringan infrastruktur ini dinilai krusial untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar domestik.
Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penguatan swasembada bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi mencakup kemampuan negara menyerap hasil panen, menjaga cadangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Di titik inilah peran operasional BULOG menjadi signifikan dalam menjalankan mandat negara di sektor pangan.
BULOG menyatakan rencana untuk memperluas infrastruktur pascapanen pada tahun ini di 100 titik, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan hasil panen. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi kehilangan pascapanen, memperbaiki mutu beras, serta mendukung peningkatan pendapatan petani melalui value chain yang lebih efisien.
Keterlibatan mahasiswa dalam forum dan kunjungan lapangan dirancang untuk membangun literasi pangan nasional yang lebih kuat di kalangan generasi muda. Harapan BULOG adalah agar mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi juga kontributor aktif dalam riset, inovasi, dan komunikasi kebijakan publik yang mendukung ketahanan pangan.
Inisiatif ini mempertegas bahwa upaya mencapai swasembada pangan berkelanjutan merupakan agenda bersama yang membutuhkan dukungan dari negara, pelaku usaha, petani, akademisi, dan masyarakat luas. Dengan kolaborasi yang terintegrasi, diharapkan fondasi ketahanan pangan Indonesia dapat diperkuat dari hulu hingga hilir.





