Ekonomi

Khofifah Tegaskan Jatim Bisa Raih Swasembada Gula Tekan Impor!

Jakarta, Maret.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimisme bahwa Provinsi Jawa Timur mampu mempercepat pencapaian target swasembada gula konsumsi nasional melalui peningkatan produktivitas tebu dan optimalisasi penggilingan pabrik gula di wilayahnya. Pernyataan disampaikan saat kunjungan kerja dan peninjauan proses produksi di Pabrik Gula Ngadirejo, Kabupaten Kediri.

Peninjauan Proses Produksi dan Ritme Penggilingan

Khofifah melihat secara langsung rangkaian proses produksi mulai dari pembongkaran tebu dari truk pengangkut, penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula. Aktivitas pabrik terlihat padat dengan antrean truk tebu yang terus berdatangan sejak pagi untuk memasok kebutuhan giling.

Tingginya arus pasokan tebu menurut Khofifah menjadi indikator antusiasme petani serta peningkatan produktivitas pada musim panen tahun ini. Ia menilai antrean yang terjadi bersifat sementara karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan sehingga kapasitas nasional akan tersalurkan lebih merata.

Kapasitas Terpasang dan Kinerja Musim Giling

PG Ngadirejo merupakan unit usaha milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dengan kapasitas penggilingan terpasang mencapai 7.000 ton cane per day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik tersebut mencatat penggilingan sebanyak 10.676.262 kuintal tebu yang menunjukkan intensitas operasi pabrik dalam menghadapi musim panen yang tinggi.

Gubernur menggarisbawahi bahwa besarnya kapasitas penggilingan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produksi, terutama melalui penguatan rendemen gula. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan rendemen sehingga pada musim giling saat ini diharapkan dapat mencapai 8,5 persen sebagai tanda perbaikan hasil dibanding sebelumnya.

Peran Jawa Timur dalam Produksi Gula Nasional

Kontribusi Jawa Timur terhadap produksi gula nasional saat ini tercatat mencapai 51 persen sehingga posisi provinsi ini sangat menentukan stabilitas pasokan gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1.343.995 ton atau tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Angka produksi tersebut melampaui Provinsi Lampung yang menghasilkan sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah dengan produksi sekitar 344.243 ton. Berdasarkan publikasi Outlook Tebu/Gula 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jawa Timur selama periode 2021-2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun sehingga menempatkan provinsi ini sebagai kontributor terbesar produksi gula nasional.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para petani tebu, manajemen pabrik gula, sektor perkebunan serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi yang terjalin dalam menjaga stabilitas produksi gula nasional. Menurutnya, kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi kekuatan penting dalam upaya mewujudkan swasembada gula nasional pada 2026.

Direksi PT Sinergi Gula Nusantara menegaskan optimisme serupa terkait target swasembada gula nasional, dengan proyeksi pencapaian pada akhir 2026. Perusahaan juga melaporkan adanya peningkatan produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini sebesar 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya sehingga diharapkan unit-unit pabrik seperti PG Ngadirejo dapat menjadi pilar dalam pencapaian target nasional.

Kunjungan lapangan oleh pejabat daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan serta memastikan alur pasokan bahan baku dan proses produksi berjalan sesuai standar. Peningkatan rendemen, pengelolaan musim giling, serta distribusi pasokan dari petani akan menjadi titik fokus kebijakan dan intervensi teknis ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button