Pemkot Bandung Dukung Presiden Reaktivasi Bandara Husein, Genjot Investasi dan Pariwisata!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan dukungan penuh atas rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk kembali melayani penerbangan komersial berskala luas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebutkan instruksi tersebut memerintahkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menyiapkan kajian teknis dan tata ruang pendukung reaktivasi.
Instruksi Presiden dan Kajian Lintas Sektor
Farhan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan kajian mendalam terkait reaktivasi. Kajian awal yang telah berjalan menunjukkan adanya potensi signifikan untuk pertumbuhan kembali arus penerbangan di Kota Bandung apabila aspek teknis dan aksesibilitas terpenuhi.
Potensi Kembali ke Angka Pra-Pandemi
Menurut pemaparan Farhan, Pemkot berkeinginan mengembalikan trafik Bandara Husein Sastranegara seperti capaian tahun 2019 yang tercatat sekitar 3,8 juta orang dengan 3 juta penerbangan domestik dan 800 ribu penerbangan internasional. Target pemulihan tersebut menjadi tolok ukur awal bagi perencanaan kapasitas layanan, slot penerbangan, dan fasilitas penumpang.
Fokus pada Aksesibilitas dan Infrastruktur
Pemkot Bandung menegaskan akan memprioritaskan pembenahan aksesibilitas penunjang di sekitar kawasan bandara sebagai bagian dari upaya mendukung reaktivasi. Perbaikan infrastruktur jalan dan optimalisasi akses keluar tol menuju Bandara Husein Sastranegara melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) direncanakan untuk mengurai potensi kepadatan arus lalu lintas.
Pemerintah daerah juga menilai bahwa keberadaan jembatan layang (flyover) Nurtanio akan berperan penting dalam memperlancar konektivitas antarmoda menuju bandara. Upaya perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi operasional bagi maskapai dan operator layanan darat.
Spesifikasi Operasional dan Kapasitas Pesawat
Farhan menjelaskan bahwa spesifikasi fisik Bandara Husein Sastranegara saat ini masih memadai untuk melayani jenis pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 maupun Airbus A320. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi salah satu alasan logis untuk menimbang pembukaan kembali rute-rute komersial yang sebelumnya terhenti.
Pengelola dan pemangku kepentingan di tingkat kota akan melakukan sinkronisasi dengan regulator terkait standar keselamatan dan operasional bandara sebelum peningkatan frekuensi penerbangan dilakukan. Hal ini mencakup evaluasi apron, taxiway, sistem navigasi, serta kesiapan layanan darat dan penanganan penumpang.
Dampak Ekonomi dan Peluang Investasi
Reaktivasi Bandara Husein diharapkan mendorong pemulihan sektor pariwisata, mempermudah arus logistik bisnis, serta menarik investasi baru ke wilayah Bandung Raya. Peningkatan konektivitas udara juga dipandang akan memperkuat posisi Bandung sebagai hub ekonomi regional dan menambah nilai tambah bagi rantai pasok lokal.
Pemkot menilai koordinasi antara perencana pusat dan otoritas daerah sangat penting untuk memastikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan terukur. Dengan perencanaan yang matang, reaktivasi dapat menghadirkan efek pengganda terhadap lapangan kerja, pendapatan usaha pariwisata, dan serapan jasa transportasi.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pelaku swasta guna mempercepat realisasi langkah teknis dan investasi pendukung. Tahapan implementasi akan bergantung pada hasil kajian Bappenas dan Kemenhan serta persetujuan regulator yang berwenang.





