Penyerapan Gabah Mendekati Target, Redam Tekanan Harga Beras!

Jakarta, Maret.id — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan penyerapan gabah dari petani secara nasional telah mendekati 3 juta ton setara beras dari target 4 juta ton sepanjang tahun 2026, dengan realisasi tercatat sebesar 74% atau sekitar 2,96 juta ton. Pernyataan tersebut disampaikan terkait upaya Bulog memperkuat cadangan beras nasional guna menjamin stabilitas pasokan dan stabilitas harga.
Realisasi Penyerapan dan Target 2026
Rizal menjelaskan bahwa Bulog telah mencapai 74% dari target penyerapan 4 juta ton pada 2026, sehingga realisasi hampir mencapai 3 juta ton setara beras. Angka ini menunjukkan peningkatan serapan yang signifikan di tengah dinamika produksi dan distribusi komoditas pangan di berbagai wilayah.
Pencapaian tersebut menurutnya didukung oleh koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta peran aktif penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kementerian Pertanian. Keterlibatan aparat TNI/Polri dalam pengawalan penyerapan di lapangan juga disebut menjadi faktor penting untuk memastikan kelancaran operasional.
Kebijakan Mutu dan Standar Penyerapan
Bulog menerapkan kebijakan penyerapan gabah dan beras berdasarkan standar kualitas tertentu dengan menyasar hasil panen yang telah mencapai usia optimal untuk menjaga mutu. Pendekatan ini dimaksudkan agar beras yang diserap memiliki tingkat kematangan dan kualitas yang baik sehingga layak untuk proses pengolahan dan penyimpanan jangka menengah hingga panjang di gudang Bulog.
Strategi mutu ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan atau penurunan kualitas selama distribusi dan penyimpanan, sekaligus meningkatkan nilai stok beras pemerintah. Pengelolaan mutu melibatkan prosedur verifikasi di lapangan dan penerapan standar teknis yang konsisten pada setiap titik serap.
Peran Pemangku Kepentingan dan Pentahelix
Dalam rangka mencapai target, Bulog menerapkan strategi pentahelix yang melibatkan sektor publik, swasta, akademisi, komunitas, dan media sebagai bagian dari upaya pengawasan dan transparansi kinerja. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi antarpelaku rantai nilai pertanian serta memastikan alur informasi dan akuntabilitas dalam mekanisme penyerapan.
Peran petani dinilai krusial karena kemampuan menghasilkan gabah, padi, dan beras berkualitas menentukan kemampuan Bulog menyerap hasil panen secara maksimal di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, dukungan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram menjadi instrumen penting untuk menjaga insentif bagi petani dan keberlanjutan produksi.
Bulog terus mengoptimalkan jaringan gudang dan logistik untuk menampung stok yang diserap serta meningkatkan efektivitas distribusi guna menjaga ketersediaan beras di berbagai pasar domestik. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan nasional sepanjang tahun 2026 tanpa mengabaikan aspek kualitas dan transparansi.





