Menteri Dody Tegaskan Dukungan Danantara dan TNI Percepat Penyerapan Anggaran Sekolah Rakyat!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengapresiasi dukungan Danantara dan Panglima TNI dalam mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat.
Menteri Dody menegaskan dukungan tersebut krusial demi memastikan target penyelesaian proyek dapat terpenuhi tepat waktu pada 20 Juni 2026 dan dia meninjau langsung progres di Singkawang pada Kamis (28/5/2026). Tiga proyek yang tengah berjalan adalah Sekolah Rakyat Pontianak, Sekolah Rakyat Singkawang, dan Sekolah Rakyat Pemprov Kalbar di Singkawang.
Dukungan Pendanaan dan Tenaga Kerja
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam hal pendanaan dan ketersediaan tenaga kerja mengingat waktu pelaksanaan yang sangat terbatas. Menteri Dody menyebutkan bahwa koordinasi intensif diperlukan agar seluruh kebutuhan percepatan dapat terpenuhi di lapangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Danantara, terutama kepada Pak Dony Oskaria, atas dorongan dukungan pendanaan yang memungkinkan pekerjaan di lapangan terus berjalan dan menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan tenaga yang diberikan untuk mendukung percepatan. Dukungan ini dinilai mampu membantu mengatasi berbagai tantangan operasional, termasuk kebutuhan tenaga kerja dan percepatan pengadaan material konstruksi.
“Kalau dukungan pendanaan dan tenaga tersedia, progres pekerjaan tentu bisa lebih cepat,” ujar Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan langkah percepatan berjalan sesuai rencana. Pernyataan tersebut mencerminkan fokus kementerian pada pemenuhan sumber daya serta kelancaran logistik proyek.
Progres Pembangunan dan Target Waktu
Menurut data progres per 27 Mei 2026, secara keseluruhan realisasi kumulatif pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat mencapai 45,95%. Rinciannya adalah Sekolah Rakyat Kota Pontianak 48,35%, Sekolah Rakyat Kota Singkawang 45%, dan Sekolah Rakyat Pemprov Kalimantan Barat di Kota Singkawang mencapai 44,03%.
Menteri Dody menyatakan optimisme bahwa seluruh pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat akan selesai tepat waktu sehingga dapat mulai digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Ia menegaskan pentingnya optimisme sebagai landasan untuk menyusun prioritas kegiatan yang harus dikerjakan agar target selesai dapat tercapai.
“Saya ingin memastikan apa yang kurang dan apa yang belum,” kata Dody, seraya menambahkan bahwa laporan yang diterima bukan sekadar laporan di atas kertas melainkan diverifikasi langsung di lapangan supaya semuanya bisa ter-deliver on time. Pendekatan verifikasi lapangan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi deviasi pelaksanaan dan memitigasi risiko keterlambatan.
Rincian Proyek dan Strategi Percepatan
Proyek Sekolah Rakyat Pemprov Kalimantan Barat di Kota Singkawang dibangun di atas lahan seluas 6,31 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.365 meter persegi. Proyek tersebut dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana KSO WIKA-CIPTA-WEGE dengan nilai kontrak sebesar Rp223,89 miliar.
Untuk mengejar target penyelesaian, strategi percepatan meliputi penambahan tenaga kerja hingga 1.200 orang yang bekerja dengan sistem dua shift kerja, pembangunan batching plant onsite, serta penambahan alat berat seperti excavator, truck mixer, mobile crane, dan concrete pump. Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas lapangan sekaligus menjaga kelancaran pasokan beton dan material lainnya.
Menteri juga mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam mempercepat proses, terutama dukungan kepala daerah yang membantu penyediaan lahan serta percepatan perizinan. Fasilitasi perizinan dan ketersediaan lahan menjadi faktor non-teknis penting yang berkontribusi pada percepatan realisasi fisik proyek.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan Pemerintah Kota Singkawang siap terus mengawal percepatan pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal, dan mengapresiasi kunjungan Menteri yang dilakukan untuk memantau progres secara langsung. Pernyataan wali kota ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung proses eksekusi proyek infrastruktur pendidikan.
Implikasi Ekonomi dan Sosial
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern. Investasi publik pada infrastruktur pendidikan ini tidak hanya berdampak pada akses dan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja serta permintaan terhadap rantai pasok bahan bangunan lokal.
Dari perspektif ekonomi, percepatan realisasi proyek memerlukan pengelolaan anggaran, koordinasi antara pemangku kepentingan, serta mitigasi risiko pasokan dan tenaga kerja yang dapat memengaruhi biaya dan jadwal. Pemantauan berkelanjutan dan penyediaan sumber daya yang memadai menjadi kunci agar proyek infrastruktur sektoral ini memenuhi target fiskal dan sosial yang ditetapkan.
Kunjungan lapangan serta upaya mempercepat mobilisasi sumber daya menandai pendekatan proaktif pemerintah dalam menyelaraskan tujuan pembangunan fisik dan outcome sosial-ekonomi, khususnya menjelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Pemerintah pusat dan daerah terus diminta untuk mempertahankan koordinasi agar proyek dapat selesai sesuai rencana dan berfungsi optimal bagi penerima manfaat.





