Ekonomi

Bulog Tegaskan Ekspor Beras ke Malaysia Di Atas HET, Jaga Pasar Domestik!

Jakarta, Maret.id — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan ditetapkan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) domestik untuk meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

Penetapan Harga dan Arahan Presiden

Rizal menyatakan penetapan harga ekspor tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekspor beras memberikan keuntungan bagi petani serta meningkatkan penerimaan negara. “Karena sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kemarin harga yang kita ekspor harus menguntungkan untuk petani, untuk bangsa dan negara kita,” kata Rizal.

Perkiraan Harga Ekspor

Menurut Rizal, harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia berpotensi lebih tinggi dibandingkan penawaran sebelumnya dari pihak Malaysia yang berada pada kisaran Rp16.000 per kilogram. “Ya, insya Allah seperti itu ya (harga ekspor beras di atas Rp16.000 per kilogram),” ujarnya.

Kunjungan ke Sarawak dan Negosiasi Teknis

Bulog bersama tim dari Kementerian Pertanian merencanakan kunjungan ke Sarawak, Malaysia setelah momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk membahas rencana ekspor dan memastikan jumlah kebutuhan serta harga final. Pembahasan teknis juga akan meliputi skema pengiriman, apakah melalui port to port atau pembelian langsung di Pelabuhan Priok Jakarta, dengan tujuan mencapai mekanisme perdagangan yang efektif bagi kedua negara.

Koordinasi Internal dan Penentuan Harga

Rizal menyebut Bulog akan berdiskusi dengan jajaran internal terutama direktur pemasaran serta dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman untuk menentukan harga terbaik sebelum pelaksanaan ekspor. “Ini untuk minta petunjuk yang terbaik seperti apa,” tambah Rizal.

Skema Logistik dan Aspek Komersial

Pembahasan terkait mekanisme pengiriman akan diputuskan hasil diskusi di lapangan agar alur logistik dan aspek komersial memberikan keuntungan optimal bagi kedua belah pihak. Pilihan antara skema port to port atau pembelian langsung di Pelabuhan Priok akan mempertimbangkan efisiensi biaya, waktu pengapalan, dan kepastian pasokan.

Impilikasi terhadap Perdagangan Pangan Regional

Bulog optimistis bahwa ekspor beras ke Malaysia dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional dan membuka peluang peningkatan nilai tambah sektor pertanian serta perekonomian nasional. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menambah penerimaan negara melalui peningkatan volume dan nilai ekspor komoditas beras.

Konteks Harga Domestik dan Kebijakan Zonasi

Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium berdasarkan regulasi zonasi Badan Pangan Nasional berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram menyesuaikan wilayah penjualan. Dengan asumsi harga ekspor di atas Rp16.000 per kilogram, Bulog menargetkan margin yang lebih menguntungkan bagi petani dibandingkan level HET domestik.

Pembahasan lebih lanjut antara delegasi Indonesia dan pihak Malaysia akan menentukan kuantitas, komposisi varietas yang diekspor, harga final, dan jadwal pengiriman yang disepakati kedua belah pihak. Proses negosiasi yang sedang direncanakan itu diharapkan menghasilkan kontrak yang pragmatis dan saling menguntungkan bagi industri pertanian nasional dan mitra dagang regional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button