KAI Mengangkut 1,09 Juta Ton BBM pada Periode Januari hingga Mei 2026

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil menyalurkan sebanyak 1.096.988 ton bahan bakar minyak (BBM) selama periode Januari hingga Mei 2026. Ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlangsungan rantai pasokan energi nasional.
Pentingnya Peran KAI dalam Distribusi Energi
Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan peran penting kereta api sebagai moda transportasi dalam perekonomian. Dia menyatakan bahwa KAI menjalin kerja sama strategis dengan Pertamina Group untuk layanan angkutan bahan bakar. “Kereta api menjadi salah satu moda yang mendukung distribusi energi dalam jumlah besar secara terjadwal,” katanya.
Kerja sama ini tidak hanya mencakup Pertamina, tetapi juga Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara KAI dan sektor energi untuk menjaga kelancaran pasokan BBM di seluruh tanah air.
Angka Konsumsi dan Kuota Subsidi
Berdasarkan data per 5 Juni 2026, KAI mengambil kuota subsidi sebesar 214.342.000 liter, dengan realisasi penggunaannya mencapai 95.394.629 liter. Angka itu setara dengan 44,51 persen dari total kuota yang dialokasikan, sementara cadangan kuota saat ini tercatat sebesar 118.947.371 liter.
Konsumsi terbesar dari bahan bakar bersubsidi ini didominasi oleh sektor angkutan kereta api penumpang dengan total 85.220.668 liter. Selanjutnya, layanan angkutan peti kemas menggunakan 7.254.124 liter, angkutan barang parcel sebanyak 1.541.672 liter, serta angkutan semen dan klinker masing-masing sebesar 1.148.414 liter dan 229.751 liter.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi Nasional
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan distribusi energi yang lancar. Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan armada kereta api yang sangat besar dapat meningkatkan efisiensi pengiriman komoditas energi. “KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina Group dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
KAI juga berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang andal guna mendukung ketahanan energi nasional dan meningkatkan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Dengan kapasitas angkut yang besar dan sistem pengiriman yang ramah lingkungan, KAI menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kelancaran pasokan logistik nasional. Upaya-upaya ini tidak hanya bermanfaat bagi sektor ekonomi, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan.





