PWI Jaya, Bank Jakarta Buka Kategori Literasi Keuangan, Perkuat Proteksi MHT 2026!

Jakarta, Maret.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya bersama Bank Jakarta resmi membuka Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta dalam penyelenggaraan Lomba Karya Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) 2026. Inisiatif ini bertujuan mendorong produksi jurnalistik yang meningkatkan pemahaman publik mengenai peran bank daerah dalam pembangunan ekonomi.
Kategori dan Tujuan Program
Kategori Khusus Literasi Keuangan yang diinisiasi PWI Jaya bersama Bank Jakarta dirancang untuk menonjolkan kontribusi layanan perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan UMKM. Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menyatakan bahwa kolaborasi antara media dan sektor perbankan penting untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat dan memperluas akses informasi publik.
Kesit menegaskan harapan agar karya jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya berkualitas secara profesional tetapi juga mampu memberikan pemahaman luas tentang fungsi perbankan dalam kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).
Respon Pelaku Perbankan
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menyambut baik penyelenggaraan kategori khusus ini dan menilai media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pernyataan Agus mempertegas komitmen sektor perbankan daerah untuk berpartisipasi dalam upaya edukasi finansial masyarakat.
Bank Jakarta menyediakan berbagai sumber informasi resmi yang dapat dimanfaatkan peserta untuk memperkuat akurasi dan relevansi karya jurnalistik yang dikirimkan. Panitia juga mensyaratkan setiap karya wajib mencantumkan kata kunci “Bank Jakarta” sebagai bagian dari ketentuan lomba.
Klasifikasi Lomba dan Ketentuan Teknis
Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta terbuka untuk wartawan media massa di Indonesia dan dibagi dalam tiga kategori lomba, yaitu Berita Feature, Artikel Opini, dan Foto Feature. Periode pengiriman karya ditetapkan paling lambat hingga 31 Juli 2026.
Pada tahap awal, dewan juri akan menyeleksi lima karya terbaik pada masing-masing kategori dan melanjutkan proses penjurian berdasarkan kriteria spesifik. Karya peserta dinilai oleh panel juri yang mempertimbangkan aspek kedalaman, relevansi, dan orisinalitas informasi.
Kriteria Penilaian Per-Kategori
Untuk kategori Berita Feature, penilaian mencakup kedalaman liputan, kekuatan human interest, relevansi tema, kualitas penulisan, akurasi data, serta orisinalitas karya. Penekanan diberikan pada kemampuan liputan untuk menghadirkan perspektif ekonomi dan dampak sosial dari layanan perbankan.
Pada kategori Artikel Opini, juri menilai kekuatan argumen, penggunaan data dan referensi, kedalaman analisis, relevansi tema, serta kebaruan gagasan yang ditawarkan. Penilaian ini mengedepankan kualitas argumentasi yang berdasar pada data dan literatur yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk kategori Foto Feature, fokus penilaian berada pada kemampuan foto dalam bercerita (storytelling), nilai jurnalistik, relevansi tema, kualitas teknis dan komposisi visual, serta kekuatan caption yang menyertai karya. Aspek visual diperlakukan setara pentingnya dengan narasi tertulis dalam menyampaikan pesan literasi keuangan.
Hadiah dan Penghargaan
Panitia menyediakan penghargaan berupa trofi, piagam, dan uang tunai sebesar Rp15 juta bagi Juara 1 pada setiap kategori. Selain itu, dua nominee terbaik pada setiap kategori akan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta.
Pengaturan penghargaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi jurnalis dalam menghasilkan karya bermutu yang relevan dengan isu ekonomi daerah dan inklusi keuangan. Penyelenggara juga membuka akses kepada karya untuk dapat menggunakan sumber resmi Bank Jakarta agar informasi yang disajikan bersifat akurat.
PWI Jaya menegaskan bahwa lomba tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis memperkuat kapasitas peliputan sektor keuangan di tingkat lokal. Dengan keterlibatan institusi perbankan, penyelenggaraan diharapkan memicu dialog publik yang lebih konstruktif mengenai peran bank dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.





