Ekonomi

Program Strategis Pemerintah Dirancang Menyeluruh Genjot Transformasi Nasional, Percepat Investasi!

Jakarta, Maret.id — Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan program strategis pemerintah merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh.

Ketahanan Pangan

Saat ini pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama menuju negara maju.
Menurutnya, tidak ada negara yang dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Oleh karena itu pemerintah menjalankan berbagai program mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, hingga reformasi tata niaga pupuk serta memperkuat kebijakan pembelian gabah petani dan kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui Bulog guna mendukung target swasembada pangan.
Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi domestik, menekan volatilitas harga pangan, serta memperkuat ketahanan pasokan dari hulu ke hilir.

Implementasi kebijakan ini dipandang memiliki implikasi langsung terhadap inflasi, pendapatan petani, dan struktur biaya produksi sektor pertanian.
Para pelaku usaha agribisnis dan investor infrastruktur akan mengamati sinergi antara ketersediaan lahan, akses air irigasi, dan kebijakan pupuk yang dapat memengaruhi produktivitas serta kelayakan investasi.

Ketahanan Energi

Pilar kedua transformasi ekonomi nasional fokus pada penguatan ketahanan energi sebagai syarat kedaulatan ekonomi.
“Negara maju harus memiliki kemandirian energi agar tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri,” ucapnya.

Dalam upaya mencapai tujuan itu semua pemerintah mengembangkan energi baru dan terbarukan, memperluas program biodiesel B50, meningkatkan kapasitas cadangan BBM nasional, serta melakukan eksplorasi sumber energi baru.
Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus menjamin pasokan bagi sektor industri dan transportasi domestik.

Pemerintah juga mendorong pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Percepatan investasi pada infrastruktur penyimpanan dan distribusi diharapkan menghasilkan efek berantai terhadap penurunan biaya energi dan mendorong substitusi bahan bakar impor.

Sumber Daya Manusia dan Pendidikan

Pilar ketiga yang paling menentukan adalah penguatan sumber daya manusia.
Menurut Dony Oskaria, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama karena negara maju hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif.

Ia juga menyoroti angka stunting nasional yang masih 22% dan menyebut kondisi ini krusial serta menjadi tantangan besar untuk segera diatasi.
Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (11/6/2026).

Selain itu, pemerintah membangun sekitar 200 sekolah rakyat, mengembangkan sekolah unggulan, serta mendistribusikan smart board ke berbagai sekolah guna meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan.
Intervensi ini dimaksudkan untuk memperbaiki akses dan mutu pendidikan serta menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar dan industri.

Penguatan SDM yang simultan dengan kebijakan pangan dan energi dianggap sebagai strategi komprehensif untuk mempercepat kenaikan nilai tambah ekonomi nasional.
Sinergi antar-pilar tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menarik investasi, dan memperbaiki daya saing Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

Dony Oskaria juga menekankan perlunya koordinasi kebijakan fiskal, insentif investasi, dan peningkatan kapasitas pelaksanaan di tingkat daerah untuk mewujudkan target transformasi ekonomi.
Pendekatan yang terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dinilai krusial agar program strategis berdampak nyata pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button