Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco: Saham BCA Murah Dibeli Saja, Redam Volatilitas!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan tidak mempermasalahkan pembelian saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sepanjang transaksi tersebut dilakukan sesuai mekanisme pasar.
Pernyataan itu disampaikan Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026, saat merespons pembelian saham yang sedang menarik perhatian publik. Ketua Harian Partai Gerindra itu menegaskan bahwa status BCA sebagai perusahaan swasta nasional yang strategis menjadikan transaksi sahamnya menjadi hal yang wajar jika mengikuti aturan pasar modal.
Pandangan DPR terhadap kepemilikan saham
Dasco menegaskan sikapnya bahwa selama pembelian saham mengikuti mekanisme pasar, tidak ada masalah substansial yang harus dikhawatirkan oleh DPR. “Silakan saja dibeli, karena BCA merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang strategis,” ujar Dasco saat memberikan keterangan pers.
Pergerakan saham BCA
Pada pembukaan perdagangan hari itu, saham BBCA tercatat mengalami kenaikan 1,7 persen dan berada pada harga 5.750 per lembar. Dari empat emiten yang termasuk kategori Big Bank, pergerakan harga saham BBCA menunjukkan kenaikan yang paling positif.
Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi pembukaan tercatat berada di zona merah dan melemah ke level 5.800-an. IHSG tercatat berada di level 5.889,29, turun 0,22 persen atau 13,07 poin, dengan pembukaan pada level 5.899,26, level tertinggi 5.929,55 dan terendah 5.850,57.
Pergerakan pasar pada sesi pagi tersebut disertai aktivitas transaksi yang moderat dengan volume tercatat sebanyak 3,60 miliar saham. Nilai transaksi (turnover) tercatat sebesar Rp2,14 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 259.927 kali.
Komposisi pergerakan saham
Pada pembukaan pasar pagi itu, sebanyak 226 saham menguat, 297 saham melemah, dan 191 saham stagnan, mencerminkan sentimen yang relatif terfragmentasi di antara sektor-sektor berbeda. Data ini menggambarkan adanya pergeseran preferensi investor yang memihak beberapa saham unggulan namun masih disertai aksi jual pada sejumlah emiten lain.
Implikasi bagi investor dan pasar modal
Penguatan saham BBCA pada level harga yang dinilai “lumayan agak murah” oleh sebagian pelaku pasar dapat memicu minat beli lanjutan dari investor institusional maupun ritel, asalkan transaksi berlangsung transparan dan sesuai mekanisme bursa. Pernyataan politisi senior mengenai legitimasi pembelian saham menambah dimensi politik terhadap dinamika kepemilikan di sektor perbankan, sehingga investor perlu memperhatikan aspek kepatuhan regulasi dan keterbukaan informasi emiten.
Pemerintah dan otoritas pasar modal tetap memegang peran penting untuk memastikan bahwa setiap transaksi saham pada emiten sistemik mengikuti prinsip tata kelola dan aturan pasar modal yang berlaku. Para pelaku pasar dianjurkan memonitor perkembangan harga, volume, dan keterbukaan informasi dari pihak emiten untuk menilai risiko dan peluang investasi secara rasional.





