Ekonomi

IHSG Melemah Dorong Volatilitas, Tekan Sentimen Investor!

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 3,11 poin atau 0,05% ke posisi 5.899,27 pada pembukaan perdagangan hari ini. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 tercatat naik 0,83 poin atau 0,14% ke posisi 590,31.

IHSG dan sentimen pasar

Pergerakan IHSG diprediksi berpotensi volatil seiring peningkatan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa sentimen pasar tetap didominasi perkembangan di Timur Tengah setelah CENTCOM mengumumkan gelombang baru serangan terhadap Iran atas instruksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ujarannya tercatat pada Kamis (11/6/2026).

Dinamika konflik dan peringatan dari AS serta Iran

Donald Trump kembali memperingatkan Iran akan “membayar harga” apabila terus menunda kesepakatan damai, sehingga meningkatkan tekanan politik internasional. Sementara pihak Iran menegaskan akan membalas setiap ancaman maupun serangan yang diterimanya, yang memperparah ketidakpastian regional.

Risiko pada pasokan energi global

Konflik kini memasuki bulan keempat dan kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global yang sensitif terhadap gangguan geopolitik. Ketidakpastian tetap tinggi karena Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, masih menjadi titik utama risiko bagi rantai pasokan energi global.

Kenaikan risiko pasokan tersebut mendorong sentimen risk-off di kalangan investor institusi dan ritel, yang berpotensi menekan aset-aset berisiko termasuk saham-saham berbeta tinggi. Selain itu, sektor energi dan emiten terkait logistik pengapalan menjadi sorotan pasar karena potensi peningkatan biaya pengiriman dan premi risiko.

Klaim operasi AS dan respons pejabat

Donald Trump mengklaim bahwa AS telah menjalankan “misi rahasia” untuk membantu lebih dari 200 kapal komersial melewati Selat Hormuz dan mengalirkan lebih dari 100 juta barel minyak ke pasar global dalam upaya meredam gangguan pasokan. Klaim ini memunculkan ketidakjelasan karena pernyataan tersebut dibantah oleh Menteri Energi AS, Chris Wright, yang mengaku tidak mengetahui operasi tersebut.

Ketidaksesuaian antara klaim eksekutif dan pernyataan pejabat kementerian menambah lapisan ketidakpastian politik yang berdampak pada volatilitas harga minyak dan aset berisiko. Di pasar keuangan, ketidakpastian semacam ini biasanya tercermin melalui penguatan safe haven seperti obligasi pemerintah dan aset mata uang tertentu.

Implikasi makroekonomi dari gangguan pasokan energi tercermin pada proyeksi inflasi dan neraca perdagangan sejumlah negara importir minyak. Perusahaan-perusahaan yang bergantung pada pasokan energi impor juga harus mempertimbangkan kenaikan biaya input dan kemungkinan gangguan operasional.

Di dalam negeri, pelaku pasar diminta memantau perkembangan global sekaligus laporan korporasi yang dapat berpengaruh pada kinerja sektoral IHSG. Aktivitas transaksi di BEI kemungkinan mengalami fluktuasi intraday seiring reaksi cepat pelaku pasar terhadap berita geopolitik dan data ekonomi yang dirilis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button